Rabu08232017

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Penderita HIV di Anambas Meningkat

Penderita HIV di Anambas Meningkat

ANAMBAS (HK) - Penderita Human Immonodeficiency Virus (HIV)  di Anambas seperti gunung es. Hingga kini, sudah lebih dari 20 orang terinfeksi HIV di kabupaten termuda di Provinsi Kepri itu.
Sry Wahyuni,  Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengatakan,  pemerintah mesti segera memutus rantai HIV. Ia mengatakan, jangan sampai penyakit yang belum ada obatnya ini semakin berkembang.

"Kita mesti putus mata rantainya agar virusnya tidak semakin menyebar," kata Sry,  Kamis (10/8).

Sry menguraikan, untuk saat ini penderita HIV/AIDS di Anambas bukan hanya menjangkit pria dan Wanita pekerja seks (WPS) saja. Namun, juga sudah  menyerang ibu rumah tangga dan anak-anak. "Untuk itu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang menderi tersebut mesti maksimal agar tak terjadi stigma di masyarakat," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Sry, mesti lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Selain itu, tim medis dalam memberikan  pelayanan  juga harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). "Untuk tim medis, dalam melakukan perawatan juga mengutamakan safety," ingatnya.

Sry juga mengeluhkan masih belum adanya ruangan khusus untuk pasien-pasien  penyakit menular. Agar setidaknya pasien yang sudah rentan dengan penyakitnya dapat terbantu dengan fasilitas yang memadai.

"Hingga saat ini di seluruh rumah sakit dan puskesmas  yang ada di Anambas belum miliki ruang khusus itu," bebernya.

Pengobatan HIV/AIDS, kata Sry, saat ini bisa dilakukan di clinic vicity yang ada di Puskesmas Tarempa. "Puskesmas Tarempa memiliki tim dokter yang memahami bidang tersebut serta memiliki konselor yang memiliki sertifikasi," paparnya.

Pihak terkait, kata Sry,  mesti mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemenuhan hak dasar masyarakat. Salah satunya, prioritaskan bidang kesehatan yang sesuai dengan visi dan misi Bupati. "Saat ini bukan untuk saling menyalahkan, namun mencari solusi bagaimana Anambas memiliki masyarakat yang sehat," imbuhnya. (yud)

Share