Sabtu11182017

Last update05:00:00 AM

Back Anambas TP4D Pantau Pembangunan Puskesmas Jemaja Timur

TP4D Pantau Pembangunan Puskesmas Jemaja Timur

TP4D Pantau Pembangunan Puskesmas Jemaja Timur

ANAMBAS (HK) -  Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Natuna di Tarempa, Muhammad Bayanullah,SH meninjau langsung pekerjaan pembangunan Pusat Kesehatan (Puskesmas) di Desa Ulu Maras,  Kecamatan Jemaja Timur.

Seperti diketahui Proyek Pembangunan tersebut bagian dari TP4D (Tim Pengawalan Pengamanan Pembangunan Pemerintahan Daerah). Sebelumnya, pihak kejaksaan telah meninjau langsung beberapa proyek di Kecamatan Siantan dan kini di Kecamatan Jemaja Timur dan akan dilakukan peninjauan secara keseluruhannya yang mana menjadi bagian dari TP4D.

"Proyek yang menjadi pengawalan dari kejaksaan tetap akan ditinjau dan itu bagian dari komitmen. Kemarin di Kecamatan Siantan dan sekarang di Kecamatan Jemaja Timur," demikian disampaikan Bayan, Minggu (10/9).

Menurut Bayan panggilan akrab Muhamad Bayanullah, proyek yang menjadi pengawalan oleh pihak kejaksaan bukan berarti sudah aman atau kontraktor bisa semena-mena dalam melaksanakan kegiatannya, justru disini kontraktor harus lebih serius lagi melaksanakan kegiatan berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani.

Artinya pelaksanaan proyek pembangunan dipantau terus oleh pihak kejaksaan dan jika terjadi penyimpangan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja maka pihak kejaksaan akan melakukan pemutusan pendampingan.

"Jangan merasa aman dulu para kontraktor yang proyeknya masuk bagian dari TP4D, jika terjadi penyimpangan kita akan hentikan pendampingan ini dan akan kita tindak lanjuti langsung," tegasnya.

Pembangunan puskesmas di Desa Ulu Maras,  Kecamatan Jemaja Timur lanjut Bayan, menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Kesehatan dengan nilai anggaran Rp7. 969.920. 000. Pelaksana Kegiatan PT Eka Cipta Madani, waktu pelaksana kegiatan 150 hari kalender, consultan pengawas Nusa Dua.

Sementara itu salah seorang warga Kecamatan Jemaja Timur Mepi mengatakan, bahwa ia cukup khawatir dengan kondisi gestur tanah yang belum lama ini ditimbun sebagai bagian dasar bangunan puskesmas sedang dibangun.

Masih kata dia, sejumlah masyarakat berharap kepada pelaksana kegiatan dapat menambah tapak bagian pondasi dari bangunan tersebut. jangan sampai bangunan yang sudah dibangun mengalami kerusakan dikemudian hari dan bangunan itu tidak bisa difungsikan dengan baik.

"Mudah-mudahan bisa ditambah tapak bagian pondasi bangunan, kami kwatir bangunannya turun dan tidak dibisa di fungsikan," tuturnya.

Untuk secara teknis pihaknya tidak mengerti, namun dirinya bersama sejumlah masyarakat memiliki rasa kekwatiran cukup tinggi sebab tanah yang ditimbun untuk bangunan puskesmas kuat dugaan kurang padat atau gembur, oleh sebab itu pihaknya berharap permintaan atau usulan dari mereka bisa di akomodir.

"Kami tidak mengerti secara teknis tentang bangunan, namun kami cukup kwatir saja apabila suatu hari bangunan itu akan mengalami kerusakan dan sayang tidak bisa difungsikan," imbuhnya.(yud)



 

Share