Senin01222018

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Desa Ulur Maras Anambas Jadi Terisolir

Desa Ulur Maras Anambas Jadi Terisolir

desa ulu maras kecamatan jemaja timurANAMBAS (HK) - Masyakat Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur yang berjumlah 875 jiwa mulai panik  menyusul banjir dan tanah longsor menyebabkan  mereka menjadi terisolir.

Longsor yang terjadi menutupi ruas jalan raya akses penghubung antara dua kecamatan yakni Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur. Bahkam akses telekomukasi ke Jemaja Timur Juga terputus.

Mudahir, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia mengatakan, dari info sementara yang didapatkan rata-rata rumah warga telah terendam bahkan sekolah dan balai desa juga mengalami hal yang sama.

"Dari data yang diperoleh di Desa Ulu Maras terdalat 225 Kepala Keluarga dengan 875 jiwa sampai saat ini masib terputus telekomunikasinya diakibatkan di Didaerah Davit dan Desa Mampok," kata Mudahir,  Jumat (12/1).

Sementara itu Husin Saat, salah seorang warga Ulu Maras mengungkapkan,  banjir tersebut diakibatkan oleh melubernya air dari Air Terjun Neraja, apalagi Desa Ulu Maras yang lokasinya rendah dan dikelilingi bukit  mudah mengalami banjir.

Dalam musibah ini dirinya berharap kepada semua pihak dan masyarakat agar tidak saling menyalahkan satu sama lain, sebab ia nilai kejadian ini akibat faktor alam dan selama ia ketahui baru kali ini ia melihat banjir di daerahnya separah tahun ini.

Husni mengungkapkan, sudah menginjak usia 32 tahun umurnya belum pernah  melihat atau merasakan musibah yang menimpa kedua kecamatan tersebut. Sejauh ini Husni mengaku belum mendengar ada korban jiwa, namun kerugian material tentu jelas ada seperti rumah yang terendam air, sejumlah sekolah juga digenangi air, kandang sapi yang rusak, sawah digenangi air, tanaman kebun juga rusak dan perabot-perabot rumah tangga mengalami kerusakan.

"Kita tidak bisa saling menyalahkan, yang terpenting kita harus saling tolong menolong dalam musibah ini. Korban jiwa belum diketahui dan ia yakin tidak ada korban, namun kerugian material tentu pasti ada," bebernya.

Kapolres Anambas, AKBP Junoto yang dikonfirmasi mengakui bencana alam tanah longsor  di Desa Mampok terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Dimana Gunung Sinabubg di Desa Ulu Maras  Terjadi di akibatkan  curah hujan lebat sehingga tanah tidak dapat menampung air hujan yang begitu banyak akibat dari tanah longsor tersebut.

" Parahnya saat ini akses jalan yang menghubungkan Kecamatan jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur terputus dan merusak satu buah rumah Sadikin,  Dusun  Bayur Desa Mampok,  Kecamatan.  Kerugian yang dialami korban diperkirakan sebesar Rp15 juta,"jelasnya.

Masih kata Junoto, sejumlah personil gabungan  TNI/Polri dan Tagana serta masyarakat bersama-sama membersihkan longsor yang terjadi. "Yang terlibat dari TNI/Polri dan TAGANA sebanyak 12 Orang serta juga dibantu oleh masyarakat. Saat ini sedang berupaya membersihkan longsor.

Alat yang digunakan dalam rangka membersihkan tanah longsor dari jalan adalah alat berat berupa belco," jelasnya.

Sementara itu  Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang dikonfirmasi mengungkapkan,  pihaknya saat ini telah mencoba menyalurkan bantuan namun pemerintah daerah terbentur  ombak yang kencang sehingga sulit  ke Jemaja.

Kendati demikian Wan mengaku pihaknya sudah memeintahkan kecamatan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang Tertimpa musibah. "Kita tidak akan tinggal diam dengan musibah ini pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat," imbuhnya.***(yud)

 

Share