Selasa04242018

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Proses Pelelangan Terhambat

Proses Pelelangan Terhambat

ANAMBAS (HK) - Proses pelelangan proyek di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) terhambat menyusul dokumen pelelangan tidak dapat diupload ataupun didownload.
Khairul Anwar,  Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, pihaknya kualahan dengan aplikasi yang terbaru dari LKPP, sebab dokumen yang diaploud tidak bisa di buka oleh rekanan kontraktor dan file yang dikirim hanya sebagian saja yang bisa dibuka.

Hal ini tak pelak  menghambat bagi kinerja  Pokja dalam melakukan proses pelelangan.

"Kami mengirimkan file dokumen lelang ke aplikasi online melalui LKPP dengan lengkap dan segala persyaratan yang harus dilengkapi oleh rekanan. Ketika didowloud file dokumen tersebut hanya sebagian saja yang bisa dibuka yakni SKA dan SKT saja, file lainnya tidak dapat dibuka," demikian disampaikan Khairul,  Senin (12/2).

Khairul menambahkan, SKA adalah sertifikat keahlian untuk tenaga ahli di jasa kontruksi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) melalui Asosiasi Jasa Kontruksi di Indonesia. SKA dibagi menjadi 5 Bidang yaitu arsitektur, sipil, mekanikal, elektrikal, tata lingkungan, dan manajemen pelaksana. Sedangkan, SKT (Sertifikat Keterampilan) adalah bukti kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja bidang Jasa Pelaksana Konstruksi (kontraktor) yang harus dimiliki tenaga kerja/ahli perusahaan untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) dalam permohonan Sertifikasi dan Registrasi Jasa Pelaksana Konstruksi.

Lebih jauh Khairul mengungkapkan,  sebanyak tujuh kegiatan pembangunan fisik sudah di aploud di LKPP, tapi hingga saat ini tidak bisa dibuka dan persoalan tersebut dirinya tidak mengerti hingga sekarang.

"Sudah ada tujuh kegiatan fisik yang telah dilelang, namun masih belum maksimal," ujarnya.

Khairul  juga menceritakan,  kegiatan yang berada di dinas lain bisa bercampur dengan kegiatan dinas lainnya. Hal itu membuat dirinya bertambah binggung, sedangkan Pemda Anambas akan menargetkan pencapaian kinerja secara maksimal.

Khairul berharap kepada pihak LKPP agar dapat memperbaiki sistem aplikasi yang dimilikinya. Katanya, kalau masalah sinyal dalam hal ini tidak ada alasan, sebab ketika mendownload berada di luar Anambas dan memiliki sinyal yang kuat, file tersebut tidak bisa juga dibuka.

"Okelah sinyal di Anambas dikatakan kurang kuat, tapi ketika mendownload di kota lain seperti Tanjungpinang dan Batam atau kota lainnya, file itu tidak bisa juga dibuka. Saya juga binggung apa penyebabnya," tutupnya.***(yud)

Share