Rabu09202017

Last update05:00:00 AM

Back Andalas Mantan Ketua Partai Jadi Komplotan Perampok

Mantan Ketua Partai Jadi Komplotan Perampok

 rampokDitembak di Pekanbaru

PEKANBARU (HK)-Empat perampok spesialis ritel minimarket 24 jam yang beraksi antar provinsi ditembak aparat intel Brimobda Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru, Minggu (13/3) sekitar pukul 07.30 WIB. Satu dari empat pelaku bernama Rudi Arif (50) adalah mantan ketua salah satu partai besar di Binjai, Sumatera Utara 2015 lalu. Namun jabatannya dicopot lantaran melanggar kode etik partai karena terlibat kasus KDRT. Sementara tiga rekannya yang lain yakni, Erdian (50) warga Binjai, Bonadi (48) warga Binjai dan Morro (33) warga Kerasaan, Simalungun, Sumatera Utara.
Para pelaku berhasil dilumpuhkan setelah terlibat pengejaran oleh polisi selama hampir empat jam, mulai dari Pandau hingga ke Pasar Minas Jalan Sisingamangaraja. Saat itu, mereka diduga hendak membobol minimarket di daerah Pandau, namun baru memotong gembok, pelaku malah ketahuan aparat.

Melihat anggota kepolisian, mereka kemudian tancap gas dan kabur ke Minas. Namun upayanya ini tak berhasil lantaran polisi sudah melacak arah pelariannya. Tak jauh dari Pasar Minas, para pelaku ini pun dikepung, tapi lagi-lagi mereka berupaya lari dengan mobil.

Bahkan penjahat tersebut sempat menabrak pintu samping kanan bagian belakang mobil petugas hingga ringsek. Melihat situasi sudah semakin memanas, petugas mengambil langkah cepat dan pelaku dilumpuhkan dengan tembakan terukur.

Informasi yang dirangkum, di dalam mobil tersebut ada empat orang pria. Mereka langsung dibawa ke Pekanbaru untuk dimintai keterangannya. Keempat orang itu ditembak polisi karena lari dan membahayakan anggota.

Belum diketahui sudah berapa kali para pelaku beraksi, baik di Pekanbaru dan daerah lainnya, karena keempat pelaku masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Pekanbaru akibat luka tembak. Selain mereka, aparat juga menyita gunting gembok, tang dan alat yang disinyalir digunakan untuk membobol minimarket.

"Kita sudah membuntuti mereka sejak pukul 05.30 WIB di Pandau. Mereka kabur sampai ke Pasar Minas. Kita tangkap di sana pukul 07.00 WIB. Bahkan orang-orang ini sempat berusaha menabrak anggota kami, sebab itu kita lakukan tindakan tegas terukur dengan menembaknya," kata Kanit Resmob Brimobda Polda Riau, Aiptu Amir Hasan Harefa.

"Kita duga mereka sudah beraksi puluhan kali di Pekanbaru. Untuk di Medan rata-rata mereka ini terlibat kasus serupa. Ini memang target besar, khususnya Sumut, Sumbar dan Riau," tukasnya.

Butuh Waktu 10 Menit

Keempat perampok itu ternyata punya sederet catatan kriminal di beberapa provinsi. Di Pekanbaru, Riau saja, mereka tercatat sudah tujuh kali berhasil membobol minimarket.

Demikian dikatakan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Aries Syarief Hidayat, didampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto, Minggu (13/3) sore.

"Satu target (minimarket) hanya butuh waktu tak kurang 10 menit. Mereka ini sangat profesional," ungkap Kapolresta.

Tidak hanya punya kemampuan dalam membobol minimarket, Rudi Cs juga memiliki alat rakitan perusak pintu dan kunci yang terbilang lengkap, bahkan hingga ke alat perusak CCTv. "Ada alat perusak CCTv-nya, mirip pengait bertangkai panjang, ada juga perusak gembok dan pencongkel pintu," urainya.

Dalam beraksi, yang pertama dilakukan adalah mematikan arus listrik, dilanjutkan merusak CCTv lalu setelah itu merusak gembok dan membongkar rolling door. "Barang hasil jarahannya, dibawa ke Medan via jasa pengiriman barang. Kita belum hitung secara total sudah berapa kali aksi tersebut, dalam laporannya baru tujuh," kata Aries.

"Kita masih melakukan pengembangan untuk melacak dugaan keterlibatan pelaku lainnya," tukasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim, Kompol Bimo Ariyanto menyebutkan titik terang terungkapnya identitas para pelaku lantaran ada rekaman CCTv yang lupa mereka matikan. "Jadi kita kenali wajahnya dan selidiki keberadaannya. Itu di Tampan kasusnya," pungkas Bimo.

Buruan di 4 Polda

Empat penjahat yang dibekuk itu ternyata buruan utama di empat Polda di Sumatera  yakni Polda Sumut, Sumbar, Jambi dan Polda Riau.

Bahkan tak terhitung lagi sudah berapa kali mereka sukses melakukan aksi serupa. Setiap akan ditangkap, Rudi dan rekan-rekannya selalu lolos. Bahkan beberapa pekan lalu, sindikat mereka lolos dari upaya penangkapan yang dilakukan Jatanras Medan dan nyaris menabrak mobil petugas.

Kasi Intel Satbrimobda Polda Riau, Kompol Hot Parulian Simanjuntak mengatakan, pihaknya sudah mengendus keberadaan pelaku beberapa hari lalu. "Tim opsnal kita dapat info kalau mereka masuk ke Riau, persisnya di Kandis," ungkap dia.

Hari berikutnya (dinihari tadi), polisi mendeteksi keberadaannya di Pandau. Saat itulah petugas melakukan penggerebekan, namun Rudi Cs berhasil melarikan diri. "Kita kejar, ada empat tim kita pecah, dan akhirnya mereka kita tangkap di Minas," sambung dia.

Pada penangkapan itu, para pelaku sempat menabrak bagian belakang kanan mobil aparat berwajib dan nyaris menabrak polisi. Walhasil, petugas melakukan pelumpuhan dengan tembakan terukur kepada keempat pelaku tersebut.

Satu peluru mengarah ke lengan kanan Rudi, sedangkan Ed, Mr dan Bn keok oleh enam letusan senjata api kepolisian. "Sat Reskrim Polresta masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sudah berapa kali mereka terlibat aksi khususnya di Kota Pekanbaru," pungkas Kompol Hot Parulian Simanjuntak. (gor/net)

Share