Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Kantor HNSI Batam Diamuk Massa, Satu Mobil dan Dua Motor Dibakar

Kantor HNSI Batam Diamuk Massa, Satu Mobil dan Dua Motor Dibakar

BATAM-Kantor DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam, Jumat (21/5) sekitar pukul 14.30 WIB hancur diamuk massa. Massa yang diperkirakan sekitar 60 orang tersebut datang secara tiba-tiba dengan menaiki 2 buah mobil truk lori.

Setibanya di Kantor DPC HNSI Batam, massa sempat melempari kantor tersebut dengan batu sehingga kaca-kacanya hancur berantakan. Massa lalu masuk ke dalam kantor dan menghancurkan seluruh isi di dalamnya dengan menggunakan kayu dan benda-benda lainnya.

Tak puas hanya menghancurkan seisi kantor, massa kemudian membakar dua unit sepeda motor yang diparkir di depan kantor tersebut. Satu dari dua sepeda motor itu adalah milik Een, pekerja di kantor tersebut yang juga masih saudara Awang.

Selain itu, massa yang semakin beringas juga membalikkan sebuah mobil yang diparkir di depan kantor lalu membakarnya. Belakangan diketahui mobil Toyota Altis itu milik Rizal, adik Ketua DPC HNSI Kota Batam Awang Herman.

Saat massa datang, hanya ada beberapa orang yang berada di kantor itu. Awang Herman dan Sekretaris DPC HNSI Kota Batam Firman tengah menghadiri kampanye salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri di lapangan parkir Sport Hall Temenggung Abdul Djamal, Mukakuning, Batam. Firman baru tiba di Kantor DPC HNSI saat massa sudah berhasil diusir polisi.

Yelpian (30), saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian, mengungkapkan massa sempat hendak membakar Fahmi, keponakan Awang saat hendak mencoba melarikan diri karena ketakutan melalui pintu depan. Beruntung, hal itu tidak sampai terjadi karena dicegah massa lainnya. Mereka langsung naik ke dalam kantor berlantai tiga itu dan mengobrak-abrik serta menghancurkan semua isinya. "Saya melihat pertama massa membakar dua motor, lalu membalikkan mobil dan juga membakarnya," ujar Yelpian saat diperiksa polisi tadi malam.

Saat aksi anarkis berlangsung, kata Yelpian, seorang pengurus DPC HNSI Kota Batam Gunawan alias Awe tiba di lokasi. Awe datang setelah mendapat kabar melalui telepon. Belum sempat masuk ke kantor, dia sudang dicegat massa dan langsung dipukuli. Akibatnya, Awe mengalami luka robek di bagian pelipis di bawah mata sebelah kanan.

Melihat ada orang yang dikeroyok massa, satu dari empat anggota Polsek Batam Centre yang tiba di lokasi mencoba melerai. Tetapi karena massa yang sudah begitu beringas, akhirnya polisi tersebut juga menjadi amukan massa. "Saya melihat ada polisi yang mau mengamankan, malah polisi itu yang kena tendang hingga terguling lalu diinjak-injak oleh massa," ujarnya lagi.

Keempat polisi itu akhirnya mundur dan meminta bantuan Poltabes Barelang. Selang beberapa menit, puluhan anggota Poltabes Barelang tiba di lokasi. Massa berhamburan dan mundur membubarkan diri. Setelah situasi reda, mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk memadamkan sisa api yang melahap mobil dan motor. Polisi dan sejumlah anggota TNI AL saat itu tampak berjaga di depan Kantor DPC HNSI Kota Batam.

Menurut informasi, penyerangan ini diduga dipicu oleh keputusan DPC HNSI Kota Batam memberhentikan Yosep sebagai Ketua Rukun Nelayan Pulau Lingka, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang. Yosep tidak terima sehingga melakukan penyerangan bersama massanya.

"Penyerangan ini dipimpin Yosep dan kawan-kawannya. Kami tidak terima dan kami akan melakukan serangan balik. Bakar dibalas bakar," ujar Ketua Rukun Nelayan Jembatan Tiga Barelang, Suhardi dengan muka merah.

Didapatkan informasi, kalau anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 134/Tuah Sakti langsung berjaga di sepanjang jalan Trans Barelang dan di rumah kediaman Awang di Pulau Setokok, Jembatan Empat. Pasalnya, beredar kabar akan ada serangan kedua ke rumah Awang. Namun, sampai berita ini diturunkan situasi kediaman Ketua DPC HNSI Batam tersebut masih dalam kondisi aman.

Dua Orang Ditangkap

Awang sendiri bersama sejumlah pengurus HNSI Kota Batam dan ratusan pendukungnya pada Jumat petang sekitar pukul 17.00 WIB langsung melaporkan peristiwa itu ke Poltabes Barelang. Awang juga sempat bertemu dengan Kapolda Kepri Brigjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dan Kapoltabes Barelang Kombes Pol Leonidas Braksan di ruang kerja Kapoltabes.

Selama pertemuan, ratusan massa Awang menunggu di luar dengan dijaga aparat kepolisian, termasuk dari Brimob Polda Kepri. Mereka sesekali berteriak dan memukul-mukul pagar. Massa membubarkan diri setelah Awang selesai bertemu Kapolda dan Kapoltabes. Awang meminta massanya untuk tenang dan kembali pulang. "Semuanya sudah kita percayakan kepada penegak hukum untuk menindak perbuatan yang biadab ini," kata Awang.

Ketua Rukun Nelayan Tanjungundap Mizan mengatakan, ribuan massa Awang sudah berkumpul di Sagulung dan sebagian lagi bersiaga di pulau menunggu perintah dari Awang. "Ribuan massa Awang kini sudah berjaga-jaga tinggal siap menunggu intruksi dari ketua, kalau kata ketua serang maka ribuan massa ini akan langsung meluncur melakukan perintah," kata Mizan.

Awang Herman mengatakan penyerangan itu bukan ditujukan terhadap pribadinya saja, tetapi terhadap 96 rukun nelayan di seluruh Kota Batam. "Sekarang saya bersama 96 rukun nelayan yang berada di kesatuan DPC HSNI ini sudah dianiaya, komputer dan uang beberapa juta dicuri oleh mereka. Keponakan saya hampir mau dibakar hidup-hidup. Awe dikeroyok massa," katanya.

"Saya tidak akan balas dendam, tetapi biarlah hukum yang mangadili. Saya sudah bertemu dan berbicara dengan Kapolda dan Kapoltabes, sepenuhnya saya percayakan kepada pihak penegak hukum," ujarnya di tengah-tengah massa-nya di depan Mapoltabes.

Awang menyebut tiga otak pelaku penyerangan Kantor DPC HNSI Kota Batam itu, yakni Yosep, Rizaldi dan Yusup. Ia mengatakan telah meminta polisi untuk menangkap ketiga orang tersebut. "Saya tau siapa Yosep, kalaulah tak mabuk takkanlah dia berani melakukan itu," katanya.

Sekitar pukul 20.30 WIB tadi malam, Poltabes Barelang telah menangkap dua dari tiga tersangka yang diduga otak pelaku penyerangan tersebut, yakni Yosep dan Rizaldi. Sedangkan Yusuf masih dalam pengejaran polisi. Yosep dan Rizaldi sampai tadi malam masih diperiksa secara intensif oleh polisi.

"Yosep dan Rizaldi sudah kami amankan, dan selanjutnya menjadi tanggung jawab kami," ujar Kasat Reskrim Poltabes Barelang Kompol Agus Yulianto melalui Kanit III AKP Amran Kadir. (sm/38)

Share