Selasa07252017

Last update10:59:37 AM

Back Batam Pengrusakan Kantor HNSI Batam, 15 Orang Jadi Tersangka

Pengrusakan Kantor HNSI Batam, 15 Orang Jadi Tersangka

BATAM-Penyidik Poltabes Barelang telah menetapkan 15 orang tersangka dalam kasus pengrusakan Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam di Batam Centre. Jumlah saksi yang sudah diperiksa sebanyak 21 orang. Sedangkan tersangka Yu ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) Poltabes Barelang.

"Dari 21 orang yang kita periksa, 14 orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan. Sementara satu orang lagi masih kita lakukan pengejaran. Sedangkan enam lainnya masih diperiksa secara internsif.  Dalam waktu 1x24 jam kita akan umumkan apakah masuk sebagai tersangka atau hanya saksi," ujar Kapoltabes Barelang Kombes Leonidas Braksan, Minggu (23/5) di Batam Centre.

Kapoltabes mengatakan dari 15 tersangka, dua diantaranya adalah aktor intelektual, sekaligus provokator yang memprovokasi warga untuk melakukan penyerangan sekaligus pengrusakan terhadap kantor DPC HNSI Kota Batam di Komplek Ruko Green Land Batam Centre. Dua aktor intelektual itu adalah Josep Sumerijal dan Rizaldi Ananda. "Aktor intelektual kerusuhan tersebut telah kita amankan di Mapoltabes Barelang," tuturnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Poltabes Barelang Kompol Agus mengatakan kerusuhan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati sejumlah nelayan yang dituding oleh Ketua DPC HNSI Kota Batam Awang Herman sebagai pencuri besi di salah satu perusahaan Shipyard Tanjunguncang.

Awang mengeluarkan pernyataan itu setelah beberapa orang nelayan dicegah oleh aparat keamanan ketika nelayan itu menyelam di pelabuhan perusahaan galangan kapal untuk mengambil besi di dasar laut.

Statemen Awang itulah yang menyulut kemarahan sejumlah nelayan. Masalah itu terus bergulir serta diwarnai penonaktifan salah satu ketua rukun nelayan di wilayah Kecamatan Belakangpadang oleh DPC HNSI Kota Batam. Masalah ini terus memanas dan puncaknya penyerbuan kantor DPC HNSI Kota Batam di komplek Ruko Green Land, Batam Centre, Jumat (21/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam penyerangan itu kantor HNSI dirusak, isi kantor diacak-acak, kaca-kaca dicancurkan, satu unit mobil sedan Toyota Altis dan satu unit sepeda motor dibakar oleh para penyerang yang diduga dipimpin oleh Yosep. Salah seorang pengurus DPC HNSI Kota Batam juga dipukuli wajahnya berdarah dan satu lainnya diancam akan dibakar.

Polisi yang saat kejadian cuma ada empat orang juga kerepotan, bahkan ada yang mendapat pukulan dari para perusuh. Masih untung bantuan personel dari Poltabes Barelang segera tiba di lokasi kejadian sehingga massa bisa dikendalikan. Kasat Reskrim Poltabes Barelang Kompol Agus menyatakan para tersangka terancam pasal penganiayaan dan pengrusakan yang hukumannya bisa di atas lima tahun.

Sementara itu polisi terus melakukan pengawasan terhadap Pelabuhan  Pandan Bahari, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji yang selama ini diketahui sebagai markas dari kelompok Yosep dan Rizaldi. Polisi juga mengawasi Kantor DPC HNSI Kota Batam di Batam Centre. Kantor tersebut masih dipasangi garis polisi (police line).

Kapolsek Batuaji AKP Muhammad Syarhan SIK mengatakan kasus penyerangan kantor HNSI Kota Batam ini ditangani langsung oleh Poltabes Barelang. Pasalnya kasus ini tidak hanya terjadi di satu tempat kejadian perkara (TKP), melainkan di wilayah hukum Polsek Batam Centre dan Polsek Batuaji. Sedangkan Polsek Batuaji bertugas membackup.

Di tempat terpisah, Ketua Perpat Pesisir Awang Rajab mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pengrusakan ini. Sejauh ini, Awang pun memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang bergerak cepat merespon aksi pengrusakan tersebut. "Harapan kami, kasus ini diusut secara tuntas," kata AWang.

Dalam kesempatan itu Awang pun menyayangkan peristiwa ini bisa sampai terjadi. Katanya, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Malah sebaliknya menambah persoalan baru. Awang pun mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan pihak-pihak yang akan mengganggu keutuhan dan kebersamaan masyarakat di pesisir Kota Batam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Ketua HNSI Kota Batam Awang Herman menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus ini kepada pihak kepolisian. Ia telah melapor dan terus berkoordinasi dengan Kapolda Kepri Brigjen Pudji Hartanto dan Kapoltabes Barelang Leonidas Braksan. Awang selamat dari amuk massa, karena saat penyerangan Awang sedang menghadiri Kampanye Cagub-Cawagub Kepri Aida Ismeth-Eddy Wijaya di Lapangan Parkir Sport Hall Temenggung Abdul Jamal. (sm/ts/dh/rg)

Share