Rabu03292017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Penyebar Kartu NKRI Mengaku Dipukul

Penyebar Kartu NKRI Mengaku Dipukul

BATAM-Khairiman dan Firmansyah, dua relawan Kesatuan Anak Daerah (Tuah) yang menyebarkan kartu petunjuk agar mencoblos pasangan nomor urut 1, Nyat Kadir-Zulbahri (NKRI) melaporkan seorang pria ke Polsek Persiapan Bengkong, Senin (24/5). Keduanya mengaku sempat dipukul oleh pria yang diduga ajudan Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi itu saat melarang mereka menyebarkan kartu NKRI. Akibatnya, Firman mengaku sakit pada rusuk sebelah kanan dan Khairiman sakit di bahu kanan.

"Kemarin saya melaporkan pria yang diduga ajudan Nur Syafriadi itu ke polisi. Waktu itu kami hendak pergi, tapi dia mencegat dan pukulannya melayang ke rusuk kanan saya," kata Firman.

Firman telah melakukan visum di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Seraya. Hasilnya, kata Firman, terjadi memar akibat benturan benda keras di rusuknya.

Kapolsek Persiapan Bengkong AKP Deliyanto membenarkan adanya laporan dari relawan Tuah itu. Menurut Deliyanto, pihaknya telah menindaklanjuti laporan itu dengan memeriksa saksi. "Ya, sementara kita masih memeriksa saksi-saksi," kata Deliyanto melalui pesan singkat.

Sementara itu, pendiri Tuah Saparuddin Muda menyayangkan terjadinya aksi kekerasan terhadap relawan Tuah itu. Menurut Sapar, sesuai dengan himbauan Kapolda Kepri, kalau pun terjadi pelanggaran jangan sampai melakukan kekerasan. "Ini main pukul saja. Sebagai negara hukum, kasus ini harus diusut tuntas. Ini kan sudah pidana," katanya.

Sapar dalam kesempatan itu juga menyesalkan informasi dari Panwas Pilkada Kepri yang menyatakan kalau masa kampanye sampai tanggal 25 Mei. "Saya baca itu di sebuah media. Sehingga kita merujuk pernyataan itu kalau masih boleh menyebar atribut calon. Lagian juga, ada atribut-atribut berbau kampanye yang juga muncul di media pada hari itu. Sehingga kita berfikir tidak masalah melakukan hal ini," kata Sapar.

Sapar pun menegaskan, pihaknya tidak ada maksud untuk melanggar aturan main. Kalaupun peristiwa itu terjadi, semua tidak lebih karena mis-informasi.

Di tempat terpisah, Nur Syafriadi membantah terjadi pemukulan. Nur malah balik mengingatkan kalau jangan bermain-main dengan hukum. "Tolong bilang sama orang tua anak itu supaya dinasehatkan jangan bermain-main dengan polisi. Kalau tidak terbukti, bisa dituntut balik pencemaran nama baik," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan remaja mengenakan baju kaos warna biru bertuliskan 'Tuah' tertangkap basah membagikan kartu panduan mencoblos pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri, Nyat Kadir-Zulbahri di wilayah Bengkong Kartini, Batam dan sekitarnya, Minggu (23/5) pukul 10.45 WIB.

Remaja itu pun diamankan Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaskada) Kecamatan Bengkong setelah mendapat laporan dari masyarakat dan Ketua Tim Sukses Aida Berjaya, Nur Syafriadi. Lima orang remaja berkaos Tuah langsung dibawa ke Sekretariat Panwaskada Kecamatan Bengkong untuk dimintai keterangan. (sm/rg/nn)

Share