Selasa09162014

Last update12:00:00 AM

Back Batam UMK Batam 2014 Dituntut Naik 50 Persen

UMK Batam 2014 Dituntut Naik 50 Persen

Ribuan buruh yang bergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, menggelar apel akbar UMK 2014 di lapangan Community Center (CC) Batamindo MukakuningBuruh Gelar Apel Akbar di Batamindo

MUKAKUNING (HK) - Ribuan buruh yang bergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, menggelar apel akbar UMK 2014 di lapangan Community Center (CC) Batamindo Mukakuning, Minggu (20/10) pagi.
Ribuan buruh tersebut berasal dari berbagai kawasan industri di Kota Batam. Ada yang dari Tanjunguncang, Batuaji, Sekupang, Batuampar, Kabil, Batam Center dan Mukakuning.

Mereka berkumpul sambil berorasi di lapangan dan di atas panggung. Dalam orasinya, mereka menuntut UMK tahun 2014 naik 50 persen, hapuskan sistem kerja outsourching, tolak upah murah dan terapkan BPJS kepada buruh.

“ UMK 2014 ini harga mati, dan harus naik 50 persen sesuai kebutuhan hidup layak (KHL) Kota Batam. Bahkan, sistem kerja outsourching harus dihapuskan, karena dianggap pengisap darah buruh secara pelan-pelan, kita yang bekerja tapi mereka yang kabur,” ujar buruh melalui pengeras suara.

Sektretaris KC FSPMI Kota Batam Suprapto menegaskan, kebijakan yang jelas-jelas bertentangan dengan UU tenaga kerja harus hapus seperti sistem kerja outsourching di Batam. Karena sudah menindas dan memeras secara kasar hak para buruh.

“ Jelas dihapus semua, outsourcing harus dihapuskan. Pada tanggal 19 November mendatang, outsourching harus ditiadakan. Tidak hanya itu, outsourching ini penipu dan sudah banyak buruh yang mengeluhkan sistem kerja ini,” terangnya disela-sela orasi yang disambut teriakan dari buruh itu.

Kali ini, tuntuan buruh agar sistem kerja outsourching dihapus tampaknya tidak main-main. Buruh menyatakan, jika sistem kerja outsourching terus dilakukan, mereka akan terus menolak sampai titik darah penghabisan.

“ Semua pengurus akan turun ke perusahaan-perusahaan yang ada di Batam. Selain itu juga buruh juga akan ikut sidak ke lapangan. Kalau masih ada yang kedapatan adanya perusahaan outsourcing, maka buruh akan mengambil tindakan sendiri,” ujar Suprapto dalam orasinya.

Selain menuntut hapus sistem kerja outsourching, pembahasan UMK tahun 2014 ini juga menjadi prioritas utama.
Pada tanggal 22 Oktober mendatang ini, buruh akan mengawal lagi tentang pembahasan UMK itu, jadi semua buruh FSPMI dihimbau untuk sama-sama menyaksikan.

Muhammad Mustofa beserta Evi dari Dewan Pengupahan Buruh Kota Batam mengatakan, masalah ini harus mendapat responan dari Apindo Kota Batam. Sehingga pembahasan ini akan terus dilanjutkan sampai ada titik terangnya.

" Buruh belum mendapat ada kejelasan dari pemerintah setempat. Bahkan tuntutan kenaikan UMK 50 persen itu belum mendapat respon dari Apindo kota Batam makannya pembahasannya akan terus di lanjutkan hingga ada titik terangnya.

Berdasarkan pantauan Haluankepri dilapangan Batamindo, aksi dari ribuan buruh ini mendapat pengawasan ketat dari ratusan personil gabungan polisi dan TNI beserta security Batamindo.(dedi)

Share