Minggu09242017

Last update05:00:00 AM

Back Bintan Arif Jumana Pertanyakan Aliran Gajinya

Arif Jumana Pertanyakan Aliran Gajinya

Arif Jumana Pertanyakan Aliran Gajinya

BINTAN (HK)- Sejak bersalah dan di tahan atas tuduhan penyalahgunaan narkotika pada tahun 2015, anggota DPRD Bintan dari Dapil III Partai Amanat Nasional (PAN) Arif Jumana dikabarkan sudah tak menerima fasilitas apapun termasuk gaji bulanan sebagai wakil rakyat Bintan.

Kini polemik kembali muncul. Arif mengaku heran dengan kinerja Sekretariat Dewan (Sekwan) Bintan terkait dirinya tidak lagi mendapatkan fasilitas maupun gaji bulanan.

"Ada sekitar 40 persen porsi hak keuangan saya yang tidak saya terima. Saya bingung, yang untuk bayar arisan, ke BPR dan uang ke partai itu darimana," kata Arif keheranan.

Arif menyebutkan, sisa hak keuangannya sekitar Rp7 juta lebih yang semestinya masuk ke rekening dia. Namun sampai dengan sekarang tak juga masuk. Uang yang seharusnya menjadi hak dia itu sama sekali tak ditunaikan oleh Sekwan Bintan. Arif pun kecewa.

"Semua hak-hak saya dirampas, hak keuangan saya dan hak-hak kewajiban saya sebagai anggota dewan juga dirampas," tutur Arif.

Ia menyesalkan soal kinerja Sekwan Bintan yang terkesan bekerja di bawah tekanan. Namun Arif tak mau menuduh pihak mana yang melakukan penekanan terhadap Sekwan Bintan karena sudah mengeluarkan sebagai hak keuangannya kepada pihak tertentu, namun sisanya tak juga diberikan.

"Yang jelas saya tidak ada menerima sepeser pun uang gaji saya dari mulai Juni kemarin. Bulan Mei saya menerima tapi tidak utuh juga," kata Arif menyanyangkan soal aliran hak keuangannya itu.

Jauh sebelum ini, Sekwan Bintan Edi Yusri sempat menjelaskan soal kisruh status Arif Jumana di DPRD Bintan. Kata dia, sejak adanya pengajuan surat pemberhentian Arif sebagai anggota DPRD Bintan, Sekwan tidak mengeluarkan hak keuangan kepda yang bersangkutan.

"Kita tidak berikan fasilitas apapun kepada Arif Jumana, selama belum ada jawaban dari Gubernur atas pengajuan pemberhentian yang bersangkutan. Termasuk juga gaji bulanannya. Intinya, kasus Arif Jumana ini dalam proses pemberhentian dan menunggu SK Gubernur. Pemberhentian itu sendiri didasari atas Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menetapkan Arif Jumana masuk dalam katagori terpidana khusus," kata Edi Yusri belum lama ini.(oxy)


 

Share