Selasa04242018

Last update05:00:00 AM

Back Bintan PNS Kecamatan Bintim Terjaring OTT

PNS Kecamatan Bintim Terjaring OTT

Diduga Pungli Pelayanan

BINTAN (HK)- Oknum PNS yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Bintan Timur berinisial, Wt ditangkap Tim Saber Pungli Polres Bintan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di ruangan kerjanya, Selasa (13/2) siang. Wt  diciduk lantaran diduga melakukan pungutan liar (pungli) pelayanan di dinas tersebut.
Selain Wt, Tim Saber berjumlah tiga orang itu juga membawa seorang pelajar yang sedang magang di kantor tersebut untuk dimintai keterangan. Sejumlah dokumen di ruangan dinas tersebut pun dibawa petugas menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam BP 1668 YB.

Pantauan di lapangan, pascapenangkapan, di ruangan seksi PMD sempat kosong dan sekitar pukul 15.10 WIB ruangan tersebut ditutup. Namun sekitar pukul 17.15 WIB, polisi kembali ke kantor PMD untuk mencari barang bukti lainnya yang ada di ruangan tempat oknum PNS bekerja. Tampak polisi membawa beberapa berkas dari ruangan seksi PMD.

Sebelum berkas di bawa keluar, polisi bersama Camat Bintan Timur, Rusli menuju ke ruangan camat. Para awak media tak diperkenankan masuk. Lebih kurang 10 menit kemudian  petugas keluar dari ruangan camat dan membawa sejumlah barang bukti dokumen lainnya.

"Dari ruangan ada beberapa dokumen yang dibawa juga. Tapi jelasnya, saya tak mengetahui pasti persoalan apa. Mereka (polisi) hanya bilang dari polisi," ujar Zul Hasmi, Kasi Pelayanan Kecamatan Bintan Timur saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Sementara Camat Bintan Timur Rusli mengaku belum mengetahui pasti OTT yang dilakukan jajaran Polres Bintan. Dirinya baru ingin menceritakan setelah mengetahui informasi detail mengenai OTT tersebut. "Untuk sementara ini, saya belum bisa memberikan informasi," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan membenarkan adanya operasi tersebut. Namun, dirinya belum bisa membeberkan lebih rinci mengenai operasi tangkap tangan yang dilakukan anggotanya. "Masih penyelidikan, anggota masih bekerja," tuturnya. (oxy)

Share