Selasa06192018

Last update05:00:00 AM

Back Bintan Temukan 10.956 Botol Mikol Impor

Temukan 10.956 Botol Mikol Impor

images/stories/Berita/2018/Maret/09Maret18/01-09 maret 18 isi kontainer ribuan mikol.jpgPolres Bintan Baru Bongkar 1 Kontainer

BINTAN (HK)- Satu dari lima kontainer yang disegel Polres Bintan dari pelabuhan bongkar muat Pelindo 1 Kijang, Kamis (8/3) kemarin, akhirnya dibuka. Hasilnya, polisi menemukan sebanyak 10.956 minuman beralkohol (mikol) asal impor.

Ribuan botol mikol ilegal itu terdiri  dari 13 merek, seperti Martel, Grey Goose Vodka, Jack Daniel dan lainnya. Mikol tersebut dikemas dalam kotak kardus dan dilapisi plastik berwarna merah. Pembongkaran kontainer itu disaksikan Kabag Ops Polres Bintan Kompol Hari Yoyono, Kasat Reksrim AKP Adi Kuasa Tarigan serta Kapolsek Bintan Timur AKP Abdurahman.

Pantauan Haluan Kepri di Mapolres Bintan,  12 kuli panggul diperbantukan untuk membongkar isi kontainer tersebut. Setelah diketahui isinya, polisi kemudian mendatanya lalu memasukkan kembali ke dalam kontainer.

Selama proses pembongkaran berlangsung, polisi tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi. Polisi juga memasang garis polisi sebagai pembatas. Bahkan, sejumlah awak media dilarang mendekati lokasi pembongkaran yang terletak di sebelah mess personil Polres Bintan.

Saat ini, kelima kontainer yang disita itu masih terlihat di Mapolres Bintan. Sementara, empat kontainer lainnya belum dibuka. Beredar kabar, empat kontainer yang belum dibuka berisi alat kesehatan, kosmetik serta pakaian impor asal Taiwan.

Kepolisian sejak awal sudah mencurigai muatan lima kontainer tersebut dari salah satu gudang di daerah Km 6 Tanjungpinang. Informasi yang diperoleh petugas, isi kontainer tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi dari pihak terkait.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Perwakilan Pelindo 1 Kijang, Khoiruddin Lubis, mengaku mendapatkan perintah dari bagian Reserse Polsek Bintan Timur untuk menahan kelima kontainer tersebut saat tiba di pelabuhan Kijang.

Informasi dari kepolisian, kata dia, diduga barang muatannya barang-barang ilegal. "Pas kita dapat informasi, kita langsung menghubungi pihak Pelni bahwa kontainernya tidak bisa berangkat," kata Khoiruddin di depan kantornya.

Ia sendiri belum mengetahui pasti isi muatan kelima kontainer tersebut. Sebab, kewenangan pihak Pelindo sebatas fasilitator atau supporting jasa bongkar muat barang yang dikelola Pelindo. "Dokumen yang diserahkan kepada kami hanya surat jalan, isinya full dan nomor kontainer saja. Soal muatannya apa bukan kewenangan kami," tegasnya.

Kelima kontainer itu diangkut dari gudang yang ada di Tanjungpinang dan tiba di pelabuhan bongkar muat pada Sabtu lalu pukul 09.00 WIB. Saat hendak dimuat ke kapal KM Dulorondak, pihak Pelindo mendapat perintah untuk menahan kelima kontainer tersebut.

Mengenai daerah tujuan, Lubis tak mengetahui pasti. Yang jelas, kapal KM Dulorondak tujuan Tanjungpriok Jakarta-Surabaya-Makasar. "Tujuannya kemana, kita gak tahu. Rutenya itu nanti singgah-singgah ke Jakarta-Surabaya-Makasar," sebut pria yang juga merangkap jabatan sebagai manager bisnis dan teknis.

Sementara itu, dari pihak Pelni sendiri mengaku belum mengetahui isi daripada barang yang termuat dalam kontainer tersebut. Menurut Putra, selaku Manager Pelni Tanjungpinang, kelima kontainer tersebut hendak diangkut menuju pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menggunakan kapal KM Dolorondak.

"Saat itu saya arahkan agar dilakukan sesuai aturan dan prosedur," kata Putra. (oxy)

 

Share