Sabtu05262018

Last update05:00:00 AM

Back Bintan Anak Bunuh Ayahnya di Bintan

Anak Bunuh Ayahnya di Bintan

ayah dibunuh anaknyaBINTAN (HK)- Sadis. Seorang anak, Heriawan (27) tega membunuh ayah kandungnya, Bong Jie Kieong (70) dengan menggunakan sebatang kayu. Ia membantai ayahnya mulai dari kepada dan badan hingga meninggal di kediamannya Jalan Rahayu, Kampung Barek Motor, RT/RW 03/05, Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur, Senin (12/3) pagi.

Kieong yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha taksi di Pelabuhan Sri Bintan Pura itu, meregang nyawa setelah kehabisan darah akibat penganiayaan yang dilakukan putra kandungnya tersebut. Kematiannya diketahui oleh warga pada pagi hari.

Informasi yang diperoleh, sebelum pembunuhan, pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu sempat membuat keonaran di sekitar rumahnya. Ia merusak mobil taksi berwarna kuning BP 1250 TU milik ayahnya yang terparkir di samping rumahnya, tanpa alasan yang jelas.

Warga yang melihat kejadian itu langsung mengamankan tersangka. Bersama dengan Ketua RW setempat, tersangka langsung dibawa ke RSUD Bintan. Namun, setelah  diberikan obat penenang, tersangka berhasil merusak borgol yang dikenakan di tangannya dan kabur ke rumahnya. Tiba di rumah, tersangka langsung membantai sang ayah menggunakan kayu berukuran cukup besar.

Setelah membunuh sang ayah, pelaku yang diamankan warga langsung digiring ke Mapolsek Bintan Timur untuk menjalani proses lebih lanjut.

"Pagi kita dihubungi Polsek, kemudian kita bawa pasien itu  untuk ditangani di RSUD Bintan yang ada di Kijang. Pasien sempat mendapatkan penanganan dari pihak rumah sakit. Namun ia berhasil melarikan diri dengan merusak borgol sebelum dia di rujuk ke Rumah Sakit Umum yang ada di Uban yang memiliki penanganan kejiwaan," ujar Kepala Seksi (Kasi) Bidang Kesejahteraan Sosial, Riswan Effendi.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak RSUD Bintan, Muhammad Ardiansyah. Ia mengatakan Her merupakan pasien RSUD yang baru saja diantarkan oleh pihak pemerintah setempat untuk diberikan penanganan. Ia mengatakan, pasien diterima oleh pihaknya pada pukul 07.45 WIB dan informasi kabur dari bagian keperawatan sekitar pukul 08.30 WIB.

Pria yang akrab disapa Adrian itu mengatakan, pasien berhasil kabur meski telah diborgol dengan dua alat borgol, baik yang mengikat kedua tangannya dan juga borgol yang tertambat ke sebuah tiang penyangga.

"Padahal kita sudah suntikkan obat penenang dengan dosis maksimal ke tubuhnya, sesuai dengan SOP penanganan rumah sakit. Namun dosis yang kita berikan tidak bekerja di tubuhnya. Kita tidak tambahkan dosis, karena kita takut juga jika kelebihan dosis bisa mengakibatkan gagal nafas," ungkap Adrian.

Ia mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan pasien yang kabur mengidap gangguan jiwa atau tidak. Karena untuk membuktikan pasiennya mengalami gangguan jiwa adalah pihak rumah sakit yang memiliki spesialis kejiwaan.

"Rencana kita setelah kita tangani akan kita rujuk ke Rumah Sakit yang di Tanjunguban, namun dia kabur. Jika kita lihat riwayat medis berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, dia diduga mengidap Skizofrenia. Karena dia pernah menjalankan terapi atas kelainan itu, oleh pihak keluarga, namun terapinya tidak dilanjutkan," timpalnya.

Sementara itu, Herman, kakak tersangka mengatakan, kalau sudah seminggu ini adiknya (pelaku) sedang sakit dan sering mengamuk.

"Adik saya awalnya sempat cekcok dengan saya dan ayah. Saya sempat berkelahi dengan adik saya itu," kata Herman.

Terpisah, Kapolsek Bintan Timur, AKP Abdul Rahma mengatakan dari data dan informasi yang didapat bahwa rentetan kejadian hingga korban meninggal setelah ada keributan yang terjadi pada dini hari itu.

"Pelaku pada dini hari telah melakukan perusakan terhadap mobil taksi milik ayahnya, hingga hampir semua kaca mobil pecah, pada dini hari itu juga berdasarkan laporan masyarakat kita langsung lakukan pengamanan dan dibawa ke rumah sakit dan telah disuntik obat penenang oleh pihak dokter karena saat diamankan pelaku selalu berontak. Namun pelaku kabur dari rumah sakit dan kembali ke rumah," terang Rahman.

Hingga saat ini, Rahman mengatakan pelaku belum bisa dimintai keterangan terkait motif dari tindakan yang dilakukan. Dia juga belum bisa menyimpulkan apakah pelaku mengalami gamgguan kejiwaan atau tidak.

"Untuk hal itu, kita harus membutuhkan keterangan dari psikiater untuk membuktikan kejiwaan dari pelaku. Kita masih dalami dan kumpulkan segala informasi. Saat ini dia kita amankan di Mapolsek. Dan korban kita bawa ke RSUD Provinsi yang ada di Tanjungpinang, guna dilakukan visum," ujar Rahman.(oxy)

Share