Rabu08202014

Last update12:00:00 AM

Back Bintan Interkoneksi Listrik Babin Dibangun

Interkoneksi Listrik Babin Dibangun

Juni 2014 Selesai Dibangun

BINTAN (HK) - Manajer PLN Tanjungpinang Agustian, mengatakan PLN sedang membangun 4 gardu induk untuk interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin). Setiap gardu induk ini berfungsi menurunkan daya dari 150 kilo Volt (kV) ke 20 kV.

"Saat ini PLN sedang membangun 4 gardu induk untuk interkoneksi listrik Batam-Bintan, meliputi kebutuhan Tanjungpinang," ujar Agustian, Jumat (12/4).

Ke-4 gardu induk ini dibangun di Tanjungsauh, Tanjunguban, Ekang Anculai dan di Kijang. "Gardu induk itu komponen sistem tenaga yang berfungsi sebagai pusat penyaluran (transmisi) yang menghubungkan sistem transmisi tegangan tinggi dengan saluran–saluran dan gardu–gardu distribusi," jelasnya.

Begitu juga untuk kabel bawah laut yang dikerjakan oleh konsorsium. Diharapkan keseluruhan proyek ini sudah selesai pada bulan Juni tahun 2014 mendatang. "Semoga listriknya sudah bisa nyala pada Juni 2014," harapnya.

Potensi daya dari PLTU Tanjungkasam, terang Adi berdaya 110 Mega Watt (MW). Sedangkan kebutuhan listrik Bintan Tanjungpinang 55 MW.

"Kebutuhan daya listrik untuk wilayah Tanjungpinang dan Kijang 49 MW pada beban puncak. Sedangkan untuk Tanjunguban 5,7 MW pada beban puncaknya," jelasnya.

Sebelumnya PT PLN Batam brigh’t bersama PT PLN Persero berencana menghubungkan sistem kelistrikan Batam-Bintan melalui jaringan interkoneksi kabel listrik bawah laut 150 kV dengan pemasangan kabel listrik sepanjang 11 kilometer.

proyek tersebut terdiri dari koridor barat berupa pemasangan kabel listrik bawah tanah 150 kV dengan panjang seribu meter. Selain itu untuk melancarkan suplai listrik ke Bintan, PLN Batam juga akan memasang kabel listrik bawah laut sepanjang 3.450 meter dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjungkasam, Batam ke Ngenang melewati Tanjungsauh.

Selain itu juga akan ada pemasangan kabel listrik di koridor timur dengan memasang kabel listrik bawah laut 150 kV sepanjang 6.550 meter dari Ngenang ke Tanjung Taluk, Bintan. Proyek itu akan berjalan selama 14 bulan sejak ditandatanganinya kontrak dan di harapkan selesai pada pertengahan 2014.(rof)

Share