BATAM- Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah pusat 1 April mendatang disikapi dengan menaikan harga sejumlah kebutuhan pokok oleh pedagang. Mereka beralasan untuk mengantisipasi kenaikan biaya transportasi.
Harga sayur seperti kangkung, bayam dan sawi dijual di kisaran Rp7 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram di Pasar Mitra Raya Batam Centre. Harga yang hampir sama juga terjadi di pasar Legenda Malaka Batam Centre.
Kenaikan harga sayur-mayur ini menurut pedagang sudah terjadi sejak awal pekan lalu. Hal itu karena isu rencana kenaikan harga BBM subsidi sehingga ongkos pengiriman naik. Di samping itu, beberapa jenis sayuran yang dipasok dari Jawa dan Sumatera.
"Ada beberapa produk sayuran yang didatangkan dari luar Batam. Ini yang membuat harga jual naik, termasuk sayuran produksi lokal juga ikut merangkak," kata Athai, pedagang basah di Pasar Mitra Raya, Jumat (23/3).
Menurut Athai, jika pemerintah jadi menaikan harga BBM subsidi, maka tidak ada yang bisa membendung kenaikan harga kebutuhan dasar tersebut. Para pedagang menyadari kenaikan tersebut, selain biaya produk sayuran juga yang sangat mendukung proses penistribusian yang berhubungan langsung dengan transportasi.
"Angkutannya menggunakan BBM subsidi, jadi kalau hara BBM naik, secara otomatis harga jual ecerannya juga ikut naik," kata pedagang grosir dan eceran sayuran dan kelontongan tersebut.
Senada juga dikatakan Rohmin pedagang kelapa di kawasan TOS 3000, Jodoh, kelapa di Kota Batam, sejak bertahun-tahun dipasok dari Jambi dan ada juga dari Karimun tapi tidak signifikan. Semuanya didatangkan melalui angkutan laut.
"Sudah pasti kita naikan harga jualnya," katanya. "Kita ikuti harga pasaran saja," ujarnya. Harga-harga kebutuhan pokok tersebut bisa turun kembali seperti biasa, asalkan rencana kenaikan harga BBM subsidi ditangguhkan atau dibatalkan.
"Jika BBM subsidi tak jadi naik, ada kemungkinan harga-harga kembali turun seperti semula. Tapi butuh waktu juga untuk menetralkan harga di pasaran," kata agen bawang merah dan bawang putih di Pasar Induk Jodoh ini.
Saat ini harga bawang merah mencapai Rp7-8 ribu perkilogram dan Rp9-10 ribu perkilogram bawang putih impor asal Cina.
Kenaikan sejumlah harga Sembako tersebut dikeluhkan oleh masyarakat. "Kita orang kecil, sangat terbebani dengan kenaikan harga Sembako ini," keluh Darwis warga ruli Kampung Nanas, Batam Centre.
"Jika penyebab kenaikan harga Sembako tersebut, terkait isu kenaikan harga BBM subsidi, kenapa pemerintah harus memaksakan kehendak sehingga rakyat kecil yang terbebani. Jangan korbankan rakyat dengan kenaikan harga ini. Kita hanya butuh Sembako murah agar tetap bertahan hidup," pintanya.
Para pedagang juga membayangkan jika kebutuhan dasar tersebut harganya naik, kemungkinan tahap awal mereka akan mengurangi mendatangkan produk agar terhindar dari gulung tikar.(tito suwarno)
Share
Harga Sayuran Naik
- Sabtu, 24 March 2012 00:00



Oleh-oleh Khas Daerah
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 