Selasa05212013

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar dan Bank Penjualan Emas Meningkat Jelang Ajaran Baru

Penjualan Emas Meningkat Jelang Ajaran Baru

ANAMBAS (HK)-Usai pengumuman kelulusan siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), penjualan emas oleh masyarakat meningkat. Sebagaimana disampaikan  Hendrik Pedagang Toko Mas Singapore di Tarempa, Siantan, Anambas , Selasa (29/5).

"Sekarang ini banyak yang jual emas. Sedangkan daya beli masyarakat menurun. Kita banyak menerima penjualan saat ini," katanya.

Menurutnya meningkatnya penjualan dan turunnya daya beli masyarakat ini bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Dimana saat ini lulusan SMA akan melanjutkan kuliah di luar Anambas, sehingga belanja masyarakat dalam bentuk tunai meningkat.

"Kebutuhan uang tunai meningkat, makanya penjualan emas meningkat. Emas memang cendrung dijadikan sebagai simpanan untuk keperluan jangka panjang. Dan seringkali orang tua menjadikannya sebagai tabungan untuk menyambung kuliah anak," ujarnya.

Peningkatan penjualan emas tidak hanya bagi warga Tarempa, tapi juga bagi masyarakat dari kepulauan, karena toko emas baru ada di Tarempa. Kebutuhan dana untuk perkuliahancukup tinggi, disebabkan  faktor jarak yang jauh. Sekolah tinggi paling dekat adalah Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di Tanjungpinang.

"Biaya menuju perguruan tinggi cukup besar. Jarak tempuh cukup jauh. Selesai SMA melanjutkan ke perguruan tinggi di Sumatera dan Jawa. Makanya tidak heran penjualan emas meningkat ketika tahun ajaran baru akan dimulai di Anambas," terang Hendrik.

Tidak hanya bagi pelajar yang akan berangkat ke perguruan tinggi, biaya besar juga akan dialami oleh pelajar dari tingkat SLTP ke SMA. Karena biaya masuk sekolah masih terbilang tinggi, mencapai jutaan rupiah.

Sedangkan bagi siswa dari pulau yang terpisah dari pusat kabupaten, akan menambah biaya kontrakan rumah yang terbilang mahal di Anambas. Untuk satu kamar bujangan saja, harga kontrakan mencapai Rp800.000 per bulan. Angka yang sangat tinggi bagi orang tua yang ingin melanjutkan studi anaknya ke SMA.

"Bagi penduduk di pulau juga terlihat peningkatan penjualan emas. Karena kebutuhan untuk sekolah anak di jenjang SMA juga tinggi. Seperti biaya kontrakan yang tidak jauh berbeda antara pelajar dengan pagawai. Butuh dana besar bagi masyarakat pulau untuk menyambung sekolah anak ketingkat SMA," tukasnya. (yul)

Share

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...