Minggu09242017

Last update05:00:00 AM

Back Entertain Wisata Menikmati Indahnya Perkebunan Buah Naga

Menikmati Indahnya Perkebunan Buah Naga

KOTA Batam tidak hanya dikenal dengan wisata belanja dan kuliner saja tetapi juga objek wisata alam perkebunan buah naga. Maka tidak lengkap jika Anda berkunjung ke kota pulau ini tanpa mencicipi buah naga.
Meski budidaya buah naga (dragon fruit) di Batam termasuk baru, namun buah ini telah menjadi salah satu makanan khas kota Batam. Bahkan, salah satu pengusaha kek menjadikan buah naga sebagai varian rasa khas produk mereka sebagai oleh-oleh wisatawan.

Kebun buah naga bisa ditemui di sepanjang jalan Trans Barelang, tepatnya di daerah Rempang dan Galang. Salah satu perkebunan yang cukup terkenal yaitu Naga Zore. Perkebunan buah naga ini memiliki luas sekitar 4 hektar.

Pengunjung biasanya datang ke tempat ini untuk melihat secara langsung pohon buah naga, mencoba buah naga yang baru dipetik dan masih segar, maupun untuk berfoto-foto di area perkebunan. Meski pengunjung secara leluasa bisa menjelajahi perkebunan ini, namun Anda dilarang untuk memetik sendiri buah naga, untuk menghindari rusaknya pohon buah naga.

Setelah puas mengelilingi kebun buah naga, pengunjung bisa mengisi perut dengan mendatangi restoran yang terdapat di sekitar kebun. Lidah pengunjung bakal dimanjakan dengan beberapa makanan hasil olahan buah naga, seperti sop buah naga, jus buah naga, stik buah naga, dan lainnya. Di tempat ini juga menjual buah naga yang baru dipetik dengan harga per kilonya Rp40,000.

Perkebunan Naga Zore ini sudah cukup terkenal di kalawangan wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing juga pernah mengunjungi perkebunan buah naga ini.

Sugimto (55), salah seorang pemilik kebun buah naga di kawasan Jembatan IV Barelang mengatakan, usaha perkebunan buah naga ini memiliki prospek yang cerah karena  batang buah naga bisa hidup sampai 20 tahun. Dan setiap umur delapan bulan buah naga sudah bisa dipetik. Tanaman ini cara pengembangbiakannya melalui stek ini, masing-masing tiang harus diberi jarak tiga meter.

Supaya energi cahaya matahari leluasa menembus masing-masing batangnya dan aktivitas fotosintesis tumbuhan tidak terganggu, pengelola kebun harus selalu merawatnya agar panen produktif selalu bisa dipetik.

Menurutnya, masing-masing batang harus disediakan tiang penyangganya. Di setiap rumpun pastikan tanah selalu kering, karena spesies hylocerus ini tidak mau tumbuh sempurna pada tanah yang lembab. Supaya tumbuhnya lebih bagus lagi, rumpunnya dilingkari ban bekas supaya tanahnya selalu padat.

"Untuk satu hekar, bisa ditanami 1000 rumpun naga. Jadi, kami membutuhkan 2000 ban bekas,"kata Sugimto.

Dengan perawatan yang intensif, semprotan insektisida dan pemupukan rutin akan bisa menghasilkan pertumbuhan batang yang bagus dan buah yang banyak.

"Dalam sebulan, ada waktu seminggu hanya untuk panen saja. Di kebun ini, ada 1.273 batang dengan lahan pertanian melebihi satu hektar,"kata Gaspur, pengelola kebun buah naga milik Sugimto.

Diakui Sugimto, untuk 1.000 tiang dengan lahan satu hektar membutuhkan pembiayaan sekitar Rp 150 juta. Tetapi hasilnya pun luar biasa setelah panen usia panen tiba.

Sekali panen, jelasnya,  buah ini dikirim ke berbagai daerah, seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan kota-kota besar di daerah Jawa. Sebab, buah ini selain bisa dimakan langsung juga tidak sedikit orang membuat usaha hasil olahan. Katakan di Medan, Padang dan daerah-daerah Jawa. Juice buah naga begitu populer. Lain lagi di Eropa dan Amerika, buah ini diimpor dari Meksiko. Mereka telah mengolahnya menjadi anggur.

Terus meningkat

Permintaan atas buah naga asal Batam terus meningkat. Hal tersebut sangat dirasakan Yiong, salah seorang petani buah naga di kawasan Rempang dan Galang.

Menurut Yiong, pihaknya mendapatkan pesanan tidak hanya dari Batam dan Kabupaten/Kota di Kepri, tetapi juga dari Singapura. Karena tingginya permintaan, ia sampai melipatgandakan luas lahan kebun miliknya.

Yiong mengatakan, sejak ditanam hingga berbuah, memerlukan waktu empat tahun. Setelah itu, buah naga akan rutin berbuah setiap enam bulan sekali.  Menyiasati lamanya masa panen, Yiong membagi kebunnya menjadi beberapa tahapan, sehingga bisa panen sekali dalam dua minggu.

Dikatakan Yiong, masyarakat Singapura sudah mengenal buah naga asal Barelang. Karenanya mereka selalu mengorder langsung dari petani. "Buah naga hasil produksi Barelang jauh lebih bagus dibandingkan daerah lain maupun negara lain, buahnya merah, isinya juga merah. Di samping itu kualitasnya lebih bagus, rasanya lebih manis," papar Yiong.

"Karena perawatan dan teknik pertanian semakin membaik, hasilnya juga semakin meningkat. Itu saya rasakan langsung selama empat tahun terakhir. Buahnya besar-besar, beratnya mencapai 1 kg per butir, makanya banyak dipesan distributor," ujarnya lagi.

Yiong menambahkan, kebun miliknya kini telah menjadi objek wisata bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana perkebunan. Setiap akhir pekan, perkebunan ini ramai dikunjungi wisata lokal maupun wisata asing. Pengujung tidak hanya bisa menikmati indahnya pemandangan di kebun buah naga tetapi juga bisa langsung memitik buah naga. Hmmm tentu pengalaman yang sangat menyenangkan bukan ? (dsb/jof)

=====

Kek Buah Naga Oleh-oleh Batam

Buah naga ternyata menjadi inspirasi bagi pebisnis oleh-oleh. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh Melani, pemilik perusahaan CV. Aroma Cake Buah Naga dengan menciptakan oleh-oleh khas Batam berupa Kek Buah Naga.

Melani, memulai usaha Kek Buah Naga karena potensi buah naga di Batam sangat bagus. Selain untuk mendistribusikan buah naga yang banyak di tanam di Rempang dan Galang, juga untuk mengurangi pengangguran di Batam.

"Pertama kali saya hanya melihat potensi buah naga di Batam cukup bagus. Dari situlah saya berfikir buah naga ini bisa dijadikan sesuatu yang khas yang bisa dijadikan oleh-oleh masyarakat berkunjung ke Batam. Selain itu saya juga ingin membantu pemerintah mengurangi pengangguran di Batam,” tutur Melani.

Wanita kelahiran 4 April 1984 ini dibantu oleh suaminya Benny Saputra memulai usaha Cake Buah Naga sejak 5 Juni 2011 tahun lalu. “Batam belum memiliki oleh-oleh yang bahan dasarnya berasal dari batam, karna itu saya dan suami saya membuat oleh-oleh yang benar-benar asli dari Batam,” ujar Melanny.

Dalam waktu setahun, Kek Buah Naga berhasil membuka 12 cabang di Batam, seperti di Botania, Batuaju, Sekupang, Nagoya, dan Batam Center. Selain di Batam, usaha yang dirintisnya bersama sang suami sudah terkenal di seluruh Indonesia, bahkan sudah sampai ke manca negara, seperti Thailand dan Australia.

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat bagus. Dulu saya hanya punya enam karyawan, kini sudah 60,” imbuh Melani.

Bisnis oleh-oleh yang sudah banyak di Batam tidak menyurutkan langkah Melani untuk terus berimprovisasi terhadap produk-produknya. Kini, Kek Buah Naga tidak hanya satu rasa, tetapi sudah beragam rasa, seperti blueberry, strawberry, almond, keju, coklat, moca coklat, Pandan white, victoria dan esotik. (jof)

Share