Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Galery Galery Tujuh Tokoh Kepri Mendapat Gelar Kebesaran

Tujuh Tokoh Kepri Mendapat Gelar Kebesaran

Click to enlarge image ZURIAT01.jpg

HM Sani disambut alunan suara kompang.

Gubernur Provinsi Kepri, HM Sani menghadiri puncak perayaan hari jadi Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau-Lingga. Dalam acara tersebut digelar tradisi kesultanan yakni, majelis penganugerahan gelar kebesaran yang diberikan kepada  7 orang tokoh di  Kepulauan Riau, yang dianggap berjasa memberikan konstribusinya terhadap perkembangan dunia Melayu dan Islam.

Majelis penganugrahan berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat Indrasakti, Minggu (9/6). Dihadiri oleh Gubenur Riau Rusli Zainal, Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, SH, Ketua TP PKK Tanjungpinang, Hj Yuniarni Pustoko Weni, SH dan Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul, S Pd, beserta istri, Juwariah Syahrul. Anggota DPRD se-Provinsi Kepulauan Riau, Ketua LAM se-Provinsi Kepulauan Riau, anggota DPRD Kota Tanjungpinang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta tokoh masyarakat, Alim ulama, Cerdik pandai. Teristimewa Sultan Pulau Lawan, Sultan Siak serta Sultan Kerajaan Malaysia dan Singapore.

Gelar kebesaran tersebut diberikan oleh Yang Dipertuan Besar Tengku Hussein Ibni Tengku Muhammad Saleh Damnah. Pemberian anugerah kebesaran itu sesuai pula dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2007, yang diperkuat dengan Kepres Nomor 53 tahun 2012 tentang Pembentukan Keraton-Raja di Indonesia.

Di tengah ratusan kerabat serta zuriat para Raja Penyengat serta undangan, Muhammad Sani mengatakan, sesungguhnya bangsa Melayu ini adalah bangsa yang terbuka menerima bangsa darimana saja. Dan sifat keterbukaan itu sudah diwarisi sejak dahulu kala, yang kemudian berfungsi sebagai sumber kekuatan. Oleh sebab itu, kata Sani, apapun yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi berikutnya, wajib dijaga dan dilestarikan.

"Saya berharap, apa yg diwarisi oleh pendahulu, bisa kita jaga dengan baik. Jati diri budaya Melayu terletak pada nilai kearifan dan moral. Dalam menjaga anak bangsa ini, generasi muda harus dibentengi, karena generasi muda adalah harapan untuk membangun Kepri ke depan. Apalagi pembangunan yg kita lakukan ini penuh dengan segala tantangan," kata Muhammad Sani./..(Narasi : Darul, Foto: Mazpram Humas Pemprov)


Share