Kamis11232017

Last update05:00:00 AM

Back Galery Galery Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2015 DPRD Kota Batam

Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2015 DPRD Kota Batam

paripurna dprd batamDPRD Kota Batam menggelar Rapat Paripurna ke-3 yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto dan didampingi oleh Wakil Ketua I, Iman Sutiawan SE, Wakil Ketua II, Tengku Hamzah, serta dihadiri Wakil Walikota Batam, Rudi.

Rapat kemarin membahas beberapa hal, antara lain, pertama, laporan pansus pembahasan Ranperda Kota Batam tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah(RIPPDA), kedua, Laporan Pansus Pembahasan Ranperda Kota Batam Tentang Pemberdayaan Pemuda Menuju Pembangunan Ekonomi Berbasis Inovasi. Ketiga, Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kota Batam terhadap Ranperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2015.

Ketua Pansus, M Yunus Muda saat membacakan laporan pansus pembahasan Ranperda Kota Batam tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah(RIPPDA) menyampaikan bahwa Pansus sudah melakukan pembahasan. Namun, Pansus meminta perpanjangan waktu selama 30 hari untuk melaporkannya kembali.

"Kita harus berhati-hati karena kita mengakomodir semua yang terkait yakni Pemerintah karena ini suatu hal kedepannya yang mempromosikan Batam sebagai salah satu tempat wisata yang dinantikan oleh masyarakat Batam," ucap Yunus.

Kemudian dilanjutkan dengan Laporan Pansus Pembahasan Ranperda Kota Batam tentang Pemberdayaan Pemuda menuju pembangunan ekonomi berbasis inovasi.

Dalam Laporan akhir Pansus Pembahasan Ranperda Kota Batam tentang Pemberdayaan Pemuda menuju pembangunan ekonomi berbasis inovasi, Ricky Indrakari, Ketua Pansus menyampaikan bahwa Pansus telah melakukan berbagai macam pertemuan guna membahas dan mengkaji isi dan substansi rapat pada hari ini baik itu secara internal maupun dengan pemerintah Kota Batam dan pihak-pihak lainnya yang dianggap mampu meningkatkan kualitas Ranperda Pemberdayaan pemuda menuju pembangunan ekonomi berbasis inovasi.

Disampaikannya bahwa akhir tahun 2015 Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan diterapkan sehingga membutuhkan kesiapan Batam dalam menghadapi hal tersebut. Kesiapan tidak hanya pada sisi pemerintah daerah, namun, juga masyarakat yang merupakan pelaku langsung. Oleh karena itu, perlu dibuat suatu kebijakan agar nantinya masyarakat Batam tidak menjadi tamu di daerahnya melainkan menjadi pemeran utama.

Oleh sebab itu sebelumnya Pansus meminta perpanjangan waktu selama 90 hari dikarenakan masih perlunya pembahasan dan pendalaman terhadap materi Ranperda tersebut.

Namun, lanjut Ricky, sebelum perpanjangan waktu tersebut, beberapa rangkaian kegiatan telah dilakukan berkaitan dengan formulasi kebijakan antara lain. pertama, audiensi dengan staff ahli kementerian pemuda dan olah raga. Kedua, kunjungan ke kementerian riset dan tekhnologi dan pendidikan tinggi, dan ketiga, kunjungan ke komisi IX DPR RI.

Setelah masa perpanjangan waktu selama 90 hari kegiatan yang dilakukan baik secara eksternal maupun internal dalam rangka formulasi kebijakan Ranperda adalah sebagai berikut, pertama, Focus Group Discussion dengan seluruh kepala sekolah SMk Negeri di Batam yang dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2015. Kedua, Focus Group discussion dengan Kadin Batam, dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2015, ketiga,  Focus Group Discussion dengan Pengelola kawasan Industri yang ada di Kota Batam.

Keempat, Focus Group Discussion dengan Pengurus ikatan Praktisi Sumber Daya Manusia, dan Ikatan Alumni Universitas di Kota Batam. Kelima,  Focus Group Discussion dengan serikat pekerja dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2015  Keenam, Focus Group Discussion dengan para pelaku dunia usaha, dilaksanakan pada 10 September 2015.

Masukan hasil dari Focus Group Discussion terhadap substansi Raperda ini adalah perlunya penanaman jiwa ke wirausahaan bagi masyarakat kota batam sedini mungkin. Dan dengan Raperda ini di harapkan agar seluruh UKM yang ada di Batam didukung oleh Pemerintah sebagai produk unggulan Batam.

Dari semua RGD yang telah dilakukan oleh Tim Pansus dengan melibatkan berbagai pihak, maka di sepakati untuk merevisi judul Ranperda menjadi Pembangunan Daerah berbasis daya saing melalui inovasi dan kompetensi. Kemudian usai pembacaan laporan Pansus Pembahasan Ranperda Kota Batam tentang Pemberdayaan Pemuda menuju pembangunan ekonomi berbasis inovasi, rapat paripurna dilanjutkan dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kota Batam terhadap Ranperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2015.(cw51/dermawan/haluankepri)


 

Share