
Mesjid Jami’ Nurul Iman adalah satu dari sedikit mesjid di Batam yang memiliki usia di atas seratus tahun. Dari penuturan warga sekitar, rumah ibadah umat Islam yang berada di Pulau Buluh ini diperkirakan berdiri pada tahun 1872. Hanya saja, hingga kini belum ditemukan literatur yang memastikan siapa orang pertama yang membangunnya.

Konstruksi asli mesjid ini memang sudah tidak begitu kentara. Namun kalau ditilik lebih detil, mesjid ini menyisakan dua buah tiang utama penyanggah kubah yang kondisinya masih asli atau orisinal. Terbuat dari kayu, masing-masing berdiameter kurang lebih 40 sentimeter. Kondisinya masih terlihat kokoh, belum menujukkan tanda-tanda melapuk sama sekali.
Uniknya, mesjid ini memiliki dua kubah. Yang satu, merupakan bangunan baru sementara satunya lagi mempertahankan bentuk aslinya yang sepintas mirip dengan Mesjid Sultan Riau Pulau Penyengat (1832 M). Pada kubah yang lama, perubahan mencoloknya hanyalah pada atapnya, yang berganti menjadi seng. Sementara bentuk dan konstruksinya tetap seperti sedia kala. (Edi Sutrisno)
- Manusia Perahu di Pulau Galang (1)
- Genteng Perancis Guichard Carvin & Cie
- Batu Bata Produksi Batam Brick Works
- Pusaka Temenggung Abdul Jamal
- Toa Pekong Pulau Buluh
- Makam Laksamana Datuk Hitam di Baitus-Syakur Jodoh
- Makam Temenggung Abdul Jamal
- Kantor Imigrasi Klas II Belakangpadang




