
Selain tapak-tapak sejarah, benda-benda pusaka sebenarnya masih sangat mungkin ditelusuri di Pulau Batam. Hanya memang, dari segi jumlah, amat sangat sedikit. Satu yang bisa dilihat kini adalah benda pusaka peninggalan Temenggung Abdul Jamal yang berada di Kecamatan Bulang Lintang.

Benda-benda pusaka itu awalnya telah ditempatkan di sebuah museum mini yang dibangun pada era kepemimpinan Drs Nyat Kadir sebagai Wali Kota Batam. Namun, oleh karena berbagai alasan, ditarik kembali, diletakkan ke rumah ahli waris Temenggung Abdul Jamal yang letaknya hanya beberapa meter dari museum.
Oleh si pemegang ahli waris, benda-benda pusaka itu disimpan di dalam kamar khusus yang sewaktu-waktu diperlihatkan jika ada tamu yang ingin melihatnya. Tercatat, paling tidak ada dua belas pusaka di sana, mulai dari tombak, keris, parang serta beberapa piring dan mangkuk. Kondisinya relatif terjaga baik.
Beberapa di antaranya, dibungkus dengan kain agar tidak mudah dihinggapi debu.
Dari buku tamu yang dimiliki ahli waris, dapat diketahui kalau tamu atau pengunjung yang melihat benda-benda pusaka itu berasal dari berbagai latarbelakang.
Mulai dari masyarakat biasa, orang pemerintahan hingga beberapa peneliti asing dan jurnalis. Tidak sedikit juga dari mereka adalah para pelancong dari negeri tetangga, Singapura dan Malaysia. (Edi Sutrisno)
Share
- Manusia Perahu di Pulau Galang (2)
- Manusia Perahu di Pulau Galang (1)
- Genteng Perancis Guichard Carvin & Cie
- Batu Bata Produksi Batam Brick Works
- Mesjid Tua Jami’ Nurul Iman
- Toa Pekong Pulau Buluh
- Makam Laksamana Datuk Hitam di Baitus-Syakur Jodoh
- Makam Temenggung Abdul Jamal




