Sabtu11182017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Polisi Bekuk Pengedar Heroin

Polisi Bekuk Pengedar Heroin

KARIMUN (HK)-Jajaran Satresnarkoba Polres Karimun berhasil membekuk pelaku kepemilikan narkoba jenis heroin inisial RH di Jalan Sidomulyo Bukit Tiung, RT/RW 02/02, Kelurahan Seilakam, Kecamatan Karimun, Jumat (8/9) lalu. Dari tangan tersangka, polisi menyita 8 paket heroin dengan berat total 4,92 gram. Kasat Resnarkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias di kantornya, Rabu (13/9) mengatakan, 8 paket heroin tersebut dibungkus dengan plastik putih ukuran kecil. Rinciannya masing-masing dengan berat 0,65 gram, 0,68 gram, 0,51 gram, 0,50 gram, 0,64 gram, 0,58 gram, 0,67 gram dan 0,69 gram.

Kata Nendra, berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram itu bersumber dari pelaku lainnya inisial IJB yang saat ini masih dalam pengejaran. IJB diduga pengedar narkoba yang sudah pernah keluar masuk bui karena kasus serupa. Saat ini, polisi terus memburu keberadaan pelaku.

"Berdasarkan pengakuan tersangka, barang tersebut berasal dari saudara IJB, yang saat ini kami masih melakukan pencarian. Kami sudah mendatangi rumahnya, namun yang bersangkutan tidak berada di kediamannya itu. Namun, kami akan terus memburu pelaku, karena yang bersangkutan sudah masuk dalam daftar pencarian orang," terang Nendra.

Nendra menyebut, selain barang bukti 8 paket heroin, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti lain dari tersangka RH seperti 1 buah timbangan digital, 2 buah kantong plastik, 3 buah kantong plastik besar warna putih bening, 4 buah kaca pyrex, 1 buah gunting, sendok heroin dan sabu serta 1 buah alat isap sabu.

"Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," tuturnya.

Dikatakan, sepanjang 2017 ini Polres Karimun baru berhasil membongkar satu kasus peredaran heroin. Pada awal 2017 lalu, pihaknya pernah menerima pelimpahan kasus kepemilikan heroin yang ditegah oleh petugas Bea Cukai Tanjungbalai Karimun dari Malaysia saat masuk di pelabuhan internasional.

"Untuk kasus heroin, sepanjang 2017 ini ada 2 kasus, namun satu kasus merupakan hasil pelimpahan dari Bea Cukai Karimun. Khusus untuk narkoba jenis heroin, peredarannya masih jarang di Karimun. Kami paling banyak mengungkap kasus narkoba jenis sabu-sabu, rata-rata berasal dari Malaysia," pungkasnya.

Sementara, tersangka RH mengaku terpaksa menjalankan bisnis peredaran narkoba jenis heroin itu karena desakan ekonomi. Apalagi, istrinya saat ini tengah hamil dirawat di rumah sakit. Penghasilannya sebagai penjual minuman tradisional tidak memberikan penghasilan yang cukup.

"Saya terpaksa bang. Istri saya tengah dirawat di rumah sakit. Saya memang jualan, namun masih belum cukup. Saya menyesal telah melakukan ini. Mau bagaimana lagi, ini sudah terjadi, saya pasrah saja menjalani ini. Saya janji tidak akan mengulangi ini lagi. Cukuplah ini yang terakhir," tuturnya. (ham)

Share