Selasa06192018

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Timbangan Pedagang Karimun Ditera Ulang

Timbangan Pedagang Karimun Ditera Ulang

KARIMUN (HK)- Timbangan pedagang yang ada di sejumlah pasar tradisional Tanjungbalai Karimun kembali ditera ulang oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun pada 2018 ini. Bukan hanya itu saja, semua alat ukur, takar, timbang dan perlengkapan (UTTP) ditera ulang, Kamis (8/3). Ada beberapa lokasi yang menjadi tempat dilaksanakannya sidang tera ulang ini di Pulau Karimun, diantaranya untuk kawasan Tanjungbalai di lokasi parkir dekat SMAN 1 Karimun yang lama. Kemudian, di Kelurahan Seilakam Barat dan untuk kawasan Meral dilaksanakan di Pasar Naga Mas. Sidang tera ulang ini akan terus berlanjut untuk 12 kecamatan di Karimun.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli mengatakan, sidang tera ulang merupakan program tahunan dari Kementerian Perdagangan. Untuk tahun ini pihaknya menargetkan pemeriksaan terhadap 3.000 alat ukur di seluruh Karimun. Target tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya sekitar 2.500 timbangan.

"Target kami pada tahun 2018 ini sebanyak 3.000 alat ukur, takar, timbang dan perlengkapan yang akan ditera ulang. Kalau tahun lalu, sudah ditera sebanyak 2.500 alat ukur. Bukan hanya timbangan pedagang umum saja, termasuk juga timbangan emas, digital, SPBU dan alat ukur lainnya," ungkap Muhammad Yosli.

Kata Yosli, kegiatan tera ulang ini adalah untuk menjaga akurasi timbangan pedagang agar tidak merugikan konsumen. Pasalnya, pihaknya masih menerima laporan dari konsumen ketika membeli suatu barang dari pedagang ternyata tidak sesuai dengan takarannya. Itu dibuktikan ketika mereka melakukan timbangan di tempat lain.

Sebelumnya, Kasi Tera Ulang Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dan Energi Sumber Daya Mineral Karimun, Adi Wahyudi menuturkan, pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap alat timbang dan ukur pedagang secara rutin. Jika ada alat timbangan yang sudah rusak, maka diminta segera diperbaiki.

"Kami selalu melakukan pengawasan alat ukur dan timbang pedagang. Jika ditemukan alat ukur yang mengalami kerusakan maka akan diperbaiki oleh teknisi. Namun, apabila kerusakan tidak dapat diperbaiki lagi maka pedagang dilarang keras menggunakannya. Karena itu akan merugikan konsumen," tuturnya.

Salah satu lokasi sidang alat ukur dan timbang itu dilaksanakan di Pasar Puan Maimun. Hebatnya, para pedagang malah datang dengan cara sukarela ke Posko sidang tera ulang yang ada di pasar semi modern tersebut. Mereka langsung mendaftarkan alat ukur dan timbang untuk diperiksa petugas. (ham)

Share