Kamis10022014

Last update12:00:00 AM

Back Karimun 4 Tokoh Incar Nurdin

4 Tokoh Incar Nurdin

Cagub-Cawagub Kepri 2015

KARIMUN (HK) - Kendati pemilihan kepala daerah (pilkada) gubernur dan wakil gubernur Kepulauan Riau berlangsung pada 2015, namun beberapa figur mulai menampakan geliat politik.

Bupati Karimun,  Nurdin Basirun misalnya, di beberapa kali kesempatan  segan-segan menyatakan  akan maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur periode 2015-2020. Meski   apa yang disampaikan terkesan bergurau namun  ketika ditanya  keseriusannya, ia tidak  menampik hal itu.

Beberapa tokoh di Provinsi Kepri bahkan tampak menunjukkan geliat politik yakni mengincar Nurdin Basirun menjadi pasangan. Sebut saja mantan Gubernur  Ismeth Abdullah, Jumat (23/11) sempat bertandang ke Karimun menemui Nurdin. Mereka terlihat bersama dalam satu kesempatan saat kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bukit Carok, Kecamatan Tebing. Kedatangan dua tokoh tersebut nyaris luput dari perhatian media, karena perjalanan Nurdin dan Ismeth tanpa disertai protokoler Setdakab Karimun.

Saat Haluan Kepri hendak  menanyakan  maksud kedatangannya bersama Ismeth ke PLTU Bukit Carok, Nurdin  bahkan menyambangi wartawan koran ini sembari tersenyum dan mengatakan, yang datang adalah calon gubernur dan calon wakil gubernur Kepri 2015 mendatang.

"Yang datang ini adalah calon gubernur dan calon wakil gubernur Kepri, kalau tak percaya coba tanyakan pada Pak Ismeth. Beliau pasti bilang iya," ujar Nurdin kepada Haluan Kepri sembari berbisik. Penasaran dengan apa yang disampaikan Nurdin, Haluan Kepri lalu menanyakan hal itu kepada Ismeth. Mantan Ketua Otorita Batam itu membantah dengan lembut. "Nggak ada," ungkap Ismeth.

Dirinya cuma menjelaskan, kalau kedatangannya ke Karimun hanya membawa investor yang bergerak di bidang kelistrikan. Rencana investor tersebut akan memanfaatkan dua mesin turbin yang terletak disamping PLTU Bukit Carok.

"Kasihan kan, mesin ini ada tapi tak dimanfaatkan. Makanya saya bawa investor agar bisa memanfaatkan mesin ini. Kalau nama PT nya saya lupa, saya sendiri hanya sebagai penasehat," jelas Ismeth.

Usai berdialog dengan Ismeth, tiba-tiba Nurdin kembali menghampiri Haluan Kepri dan memastikan  bahwa ia  dan Ismeth merupakan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kepri mendatang.  

Beberapa waktu lalu, Walikota Batam, Ahmad Dahlan juga beranjangsana, silaturahmi  dengan Bupati Nurdin Basirun beberapa waktu lalu.  Diduga  ajang silaturahmi tersebut juga  bernuansa politis sebab  Dahlan disinyalir bakal mencalonkan diri menjadi calon gubernur setelah dua periode menjadi Walikota Batam.

Belakangan  Huzrin Hood, salah satu tokoh pejuang pembentukan Provinsi  Kepri juga bertemu Nurdin, Sabtu (22/12).  Kedatangan Huzrin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Provinsi Kepri ini sejatinya mengukuhkan pengurus DMI Kabupaten Karimun. Namun kunjungannya juga disinyalir memiliki muatan politik yakni diduga mengincar Nurdin menjadi pasangannya untuk maju dalam pilgub Kepri 2015. Bahkan, Nurdin sendiri secara terang-terangan menyatakan kalau dirinya dan Huzrin adalah pasangan Cagub dan Cawagub Kepri 2015.     "Ini adalah pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kepri mendatang," ujar Nurdin dengan nada seloroh.

Empat hari berselang,  Rabu (26/12) Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo juga mengunjungi Karimun dalam rangka kunjungan kerja program pengentasan kemiskinan di Karimun. Meski kunjungan Soerya ke Karimun dalam rangka kunjungan kerja, namun banyak pihak yang menilai kedatangannya ada kaitan dengan pilgub Kepri 2015.

Ketua Lembaga Pemantau Demokrasi Reformasi Karimun (LPDRK) Abdul Rasyid Baharuddin menilai, ada beberapa indikasi terkait kedatangan sejumlah tokoh di Kepri yang berkunjung ke Karimun, termasuk juga untuk mengancang-ancang sebagai pasangan kandidat maju pada pilgub Kepri mendatang.

"Sah-sah saja kalau memang ada rencana ke arah itu (maju pada pilgub Kepri). Kemungkinan kearah itu selalu saja ada, semua kemungkinan itu tetap ada. Saya rasa semua ada peluang untuk itu. Apalagi, semua kan punya ketokohan masing-masing. Kalau memang ada lobi-lobi politik, biasalah itu," kata Abdul Rasyid.

Menurut Rasyid, rencana para tokoh untuk maju sangat tergantung  masyarakat karena yang menilai adalah masyarakat itu sendiri. Secara ilmiah, ada yang namanya kajian kerja yang dilakukan para tokoh tersebut selama masa kepemimpinan mereka terdahulu. Jika masyarakat menganggap kinerja mereka bagus, maka ada kans besar untuk bisa maju.

"Saya hanya bisa menekankan, agar masyarakat bisa dididik dewasa dalam berdemokrasi. Artinya, masyarakat harus diajarkan bagaimana cara demokrasi yang bermartabat. Masyarakat tentu saja tak mau dibodoh-bodohi lagi dalam berdemokrasi. Hanya saja, saya rasa masyarakat sekarang sudah semakin cerdas dalam berdemokrasi," ungkapnya. (ham)

Share