Sabtu11182017

Last update05:00:00 AM

Back Lingga

Deddy Satu Sel dengan Supir Pribadinya

LINGGA - Mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Lingga Deddy Zolfriadi Noor tersangka proyek pencetakan sawah satu kamar dengan supir pribadinya yang terbelit kasus dugaan pemerkosa anak di bawah umur.

Air Mati, PDAM Cuek Saja

LINGGA - Aliran air bersih ke rumah warga di Dabo Singkep terputus sejak Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB sampai Minggu pukul 14.00 WIB. Sementara pihak PDAM tampak cuek dengan kondisi itu, karena saat ini tengah terjadi perbaikian penyambungan pipa. Salah seorang warga Singkeop, Zulkarnain mengungkapkan, matinya air cukup mengganggu aktifitas. Terutama ketika ingin mandi dan mencuci pakaian.

Disnaker Imbau Perusahaan Segera Bayar THR

LINGGA - Dinas Tenaga Kerja kabupaten Lingga mengimbau agar perusahaan bisa memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) minimal tujuh hari jelang lebaran. Kepala Dinas Tenaga Kerja Lingga, Wan Chailril menyatakan, pihaknya sudah mengirim surat edaran kepada seluruh perusahan yang ada di Lingga. Tujuannya, agar hak karyawan menikmati THR bisa ditunaikan perusahaan tepat pada waktunya.

Warga Serbu Pegadaian

LINGGA - Warga Dabo Singkep menyerbu kantor pegadaian untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian mereka mengaku akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan lebaran nanti. Kepala Cabang Penggadaian Dabo Singkep Firmansyah, dibanding bulan sebelumnya, bulan ini pegadaian banyak didatangi warga untuk melakukan pinjam gadai.

Sambut Idul Fitri, Napi Kembali Dapat Remisi

LINGGA - Setelah sebelumnya narapidana mendapat remisi (pemotongan masa tahanan) pada prayaan hari kemerdekaan tanggal 17 lalu. Kini, pada perayaan lebaran Idul Fitri sejumlah narapipada penghuni Rutan Dabo Singkep kembali mendapat remisi. Namanya remisi lebaran atau hari besar agama.

RSDU Dabo Krisis Listrik

LINGGA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep krisis listrik, menyusul terbatasnya kapasitas listrik. Akibatnya, sering terjadi gangguan dalam pelayanan. Kepala Dinas Kesehatan Lingga dr Iganasius Luti mengatakan, kemampuan pasokan listrik RSUD saat ini masih 75 KVA. Sedangkan kebutuhan lebih dari itu.

Pelayaran Perdana KM Marina Diundur

LINGGA - Jadwal pelayaran perdana KM Marina yang akan melayani rute Batam-Dabo diundur. Sedianya pelayaran dijadwalkan pada 25 Agustus ini, namun karena izin belum keluar, terpaksa ditunda.

Polres Siagakan Petugas Polisi Bersenjata Lengkap

LINGGA- Maraknya kasus perampokan di bank yang terjadi di sejumlah daerah membuat jajaran Polres Lingga meningkatkan kewaspadaannya. Untuk mengantisipasi hal yang tidak di ingikan, sejumlah personil polisi bersenjata lengkap ditempatkan di bank saat ini.

LSM akan Bantu Pemulangan PSK

LINGGA- Terkait dengan ketiadaan anggaran dari Dinas Sosial Kabupaten Lingga untuk memulangkan PSK yang terjaring razia beberapa waktu yang lalu, sebuah LSM dari Kota Tanjung Pinang berencana akan memulangkannya.

Pemkab Serahkan Insentif Guru Paud

LINGGA -Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (Disdikpora) Lingga, Rabu (25/08) kemarin menyerahkan dana insentif bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di kantor bekas Cabang Dinas Pendidikan Lingga, Dabo Singkep. Penyerahan Dana Intensif ini juga di hadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Lingga Abu Hasim.

Pengusaha Lingga Ditipu Rp70 Juta

Nama Kapolres Lingga Dicatut

LINGGA- Seorang pengusaha asal Pulau Mas, Singkep Barat,Yohanes Juko Suwarno tertipu Rp70 juta. Gara-garanya, pelaku yang tidak dikenal mencatut nama Kapolres Lingga, AKBP Misbah dengan pura-pura meminjam uang Rp175 juta. Ihkwal ceritanya, Kamis (19/08) lalu, korban Joko menerima penelpon gelap dari seorang yang mengaku sebagai Kapolres Lingga saat ini. Dalam percakapan itu, orang yang mengaku sebagai kapolres ini meminta pinjaman uang sebesar Rp175 juta kepada korban dengan alasan untuk bantuan acara di Polda Kepri.

Alih-alih, korban Joko warga keturunan Tionghoa ini menyanggupi dan mengirim uang Rp20 juta. Awalnya korban kirim ke nomer rekening yang diberikan oleh penelpon gelap dengan nomor rekening BCA 0844466087, atas nama Bambang Tri Nugroho. Transaksi sempat dilakukan sebanyak dua kali, kiriman pertama Rp20 juta melalui transpef via ATM Bank Riau Capem Dabo Singkep.

Polisi Panggil Alias Wello

Kasus Pengerusakan Hutan Bakau
LINGGA - Pihak kepolisian resort Lingga akan memanggil mantan Ketua DPRD Lingga terkait pengrusakan 14,4 hektar hutan bakau Tinjul, hari ini, Senin (23/8). Welo dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi. "Kami memanggil Pak Alias Welo untuk melengkapi keterangan seputar dugaan pengrusakan hutan bakau ini," kata Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP Afdal, kemarin.

Menurut Afdal, Alias Welo dijadwalkan untuk hadir pada pukul 09.00 WIB. "Kita berharap dapat keterangan tambahan dari Pak Alias Welo," katanya.

Ditambahkan Afdal, sampai saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Karenanya, polisi belum menetapkan tersangka.

"Masih pengembangan dan pengumpulan bukti-bukti saja baru. Nanti, punya bukti cukup, kita akan tetapkan tersangka. Tunggu saja," elak Afdal ketika didesak kapan penetapan tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (6/5) lalu, tim Pemkab Lingga terdiri dari dua dinas terkait Bidang Kehutanan Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Lingga menemukan lahan tambak udang seluas 14,4 hektare yang diduga tidak mengantongi izin dari Pemerintah.

Lahan tambak udang yang berada di wilayah dusun Tinjul, desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat itu disebut-sebut milik H. Alias Wello, yang berlokasi di hamparan hutan bakau (mangrove) dan berada di pinggir sungai Tinjul serta masuk dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT).

Selain didukung tidak mengantongi perizinan, pemilik maupun pengelolah lahan itu disangka telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem nya.

"Diduga telah merugikan negara dan daerah, Pemkab Lingga mengambil langkah hukum dan melaporkan temuan ini ke Mapolres Lingga untuk diproses secara hukum," kata Staf Ahli Bupati Bidang Kehutanan Abdul Mutholib, saat memimpin tim Pemkab Lingg turun ke lokasi tambak udang tersebut, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, hasil penyelidikan di lapangan, pemilik dan pengelolah lahan tambak udang telah membangun tempat tinggal sebagai gubuk kerja bagi orang-orang yang dipekerjakan di lokasi tersebut. Pemilik tambak juga telah membuka tanggul secara mekanik (alat berat) yang mengakibatkan rusaknya tanaman bakau yang ada di lahan tersebut.

"Pemilik tidak mengantongi izin yang syah dari pemerintah, baik dari Pemerintah kabupaten Lingga (Bupati Lingga) maupun izin pelepasan kawasan lokasi tambak yang masuk dalam kawasan hutan HPT dari Menteri Kehutanan," ujarnya. (sm/32)

Al-Aula, Masjid Pertama di Dabo

LINGGA - Masjid Al Aula merupakan masjid pertama yang berdiri di Dabo Singkep. Masjid ini dipakai untuk shalat pada tanggal 26 Sakban 1929 H atau bertepatan dengan 16 Januari 1931. Ismail Bin Ibrahim (79) salah seorang yang di tuakan di daerah Dabo Kota menceritakan kepada Sijori Mandiri. "Awal pertama bentuk dari mesjid Al-Aula ini tidak seperti ini. Dulu sewaktu pertama kali dibangun, tahun 1930 bentuknya hanya kecil saja dan dibuat dari kayu, karena masyarakat yang ada di sini, tidaklah terlalu banyak," jelasnya