Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Lingga Latihan Capaska Lingga 2017 Tetap Maksimal

Latihan Capaska Lingga 2017 Tetap Maksimal

latihan capaska lingga 2017  tetap maksimalKendati Minim Angaran

LINGGA(HK)- Kegiatan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada perayaan HUT RI Ke 72 di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau nanti berjalan dengan lancar. Meski pada prinsipnya pengganggaran dana guna mengakomodir proses latihan jauh berkurang dari anggaran tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan lapangan proses latihan para Capaska Lingga tahun 2017 yang rencananya dilakukan selama 15 hari terhitung dari sejak 02 Agustus sampai pada 15 Agustus 2017 mendatang di lapangan sepakbola Sultan Mahmud Riayat Syah III, Daik Lingga. Kegiatan yang ditampung dalam APBD 2017, ditangani oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lingga.

Kasi Pemuda Disparpora Lingga, Supendi mengatakan, kegiatan yang ditanganinya saat ini belum menemui kendala, meski perihal anggaran yang diplotkan untuk mengkondisikan kegiatan dikatakan minim.

Dijelaskan, tahun ini anggaran yang dianggarkan hanya sebesar Rp614 juta lebih. Namun dengan hal ini tidak menyurutkan semangat pihaknya untuk tetap melaksanakan program tahunan ini meski harus berupaya keras mencari penambahan dana.

"Itu sekitar Rp614 juta sekian lah. Untuk tahun lalu saya tidak tahu. Karenakan anggaran ini di luar jalan-jalan anak-anak nanti. Tapi akan kami coba melalui Pak Kabid untuk menghadap Bupati mengenai refreshing atau penyegaran para peserta Paskibra ini," kata Supendi di lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah III Daik Lingga, Rabu (9/8).

Menurutnya, kalau dikatakan tidak cukup, pastinya banyak hal yang harus ditutupi. Sejauh ini kata dia, ada berapa item yang harus dilakukan penambahan dana luar dari pagu anggaran seperti transportasi peserta ke tempat latihan, transportasi peserta dari luar Daik Lingga yakni peserta dari Dabo Singkep dan Kecamatan Senayang, akomodasi hotel pasukan pengapit dan penyediaan marshing band saat upacara peringatan HUT RI ke 72 mendatang.

"Jadi pandai-pandai PPTK dan pihak ketigalah untuk cari biaya. Apalagi banyak tidak dapat dianggarkan dalam beberapa tempat. Salah satunya kamar hotel pasukan pengapit itu 5 orang tidak ada anggaran inap. Mereka hanya ada uang saku saja. Ya pandai-pandailah," ujar dia.

Walau beberapa hari pada awal latihan para Capaska dan pelatih tampak tidak seragam dengan pakaian olahraga yang dikenakan. Namun hari ini sudah terpenuhi. Begitupun terkait kesehatan Capaska selama proses latihan berlangsung tidak ada masalah.

"Belum ada hambatan, transportasi sudah aman, marching band aman. Baju dan sepatu untuk peserta Capaska dan pelatih juga sudah datang dan dikenakan untuk latihan," ucap Supendi.

Supendi menilai, proses latihan Capaska yang relatif singkat sangat tidak maksimal. Dalam hal ini, pelatih dan peserta Capaska dituntut lebih ektra dan serius guna menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan pada saat upacara nanti. Apalagi waktu efektif lahitan itu hanya sekitar 12 hari, ditambah kondisi cuaca yang belakangan ini kerap hujan.

"Itulah, waktu efektif itu 12 hari. Setelah itu istirahat, gladi kotor, gladi bersih sebelum pelaksanaan upacara. Karena memang untuk tingkat Provinsi juga masuknya pada tanggal 02 Agustus. Daerah lain juga sama. Kita mau duluan dengan kebijakan kita. Ya tadi karena terbentur anggaran kita," papar dia.

Meski begitu dia sangat berharap jalannya upacara nanti terlebih saat detik-detik pengibaran bendera dapat berjalan baik. "Berlangsungnya kegiatan yang sukses harus menjadi prinsip," tutup Supendi.(jfr)

 

Share