Minggu09242017

Last update05:00:00 AM

Back Lingga Pemuda Lingga Demo di Kantor DPRD Provinsi

Pemuda Lingga Demo di Kantor DPRD Provinsi

Tuntut Masukkan Lingga Sebagai Kawasan Tambang

LINGGA (HK)- Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Hinterland Kabupaten Lingga melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Kepri, Kawasan Dompak, Selasa (12/9).
Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Provinsi dan DPRD Kepri Dapil Bintan-Lingga yang tidak memasukkan Kabupaten Lingga sebagai daerah kawasan tambang dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepri tahun 2017.

Aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di luar gedung berjalan tertib, namun ketika sesi penyampaian aspirasi di dalam ruang serba guna Kantor DPRD Provinsi Kepri yang dihadiri ketua dan anggota DPRD sempat memanas dan adu argumentasi.

Koordinator aksi, Siswandi mengungkapkan, Kabupaten Lingga memiliki potensi tambang yang bagus. Hal tersebut sudah terbukti pada tahun-tahun sebelumnya Lingga terkenal dengan daerah pengasil timah dan bahan tambang galian lainnya.

Jika potensi tersebut tidak dimanfaatkan, kata Siswandi, maka anak daerah akan merugi. Belum lagi, saat ini Kepri dilanda dengan menurunnya perekonomian. Ditambah lagi, Kabupaten Lingga yang mengalami defisit anggaran. Dimana, lapangan pekerjaan di Lingga juga mengalami penurunan drastis.

"Kalau pemerintah membuka keran tambang, setidaknya dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi anak daerah," tegasnya. Dengan demikian, pihaknya pun mendesak DPRD Kepri yang terlibat di Pansus RTRW Provinsi Kepri dan Gubernur untuk memasukkan Lingga sebagai kawasan pertambangan.

Selain itu, lanjut Siswandi, pihaknya juga meminta pertanggung jawaban kepada DPRD dari Dapil Bintan-Lingga, terutama yang terlibat Pansus RTRW untuk bekerja berdasarkan kehendak masayarakat, bukan kelompok kepentingan tertentu.

"Apabila tuntutan ini tidak terpenuhi setiap penjuru daerah di Kabupaten Lingga akan kami bentang spanduk untuk bubarkan DPRD yang berasal dari Dapil Bintan-Lingga yang tidak bekerja secara maksimal khususnya yang terlibat Pansus RTRW," terang Siswandi.

Rapat Memanas

Usai penyampaian pendapat di luar ruangan, seluruh pemuda Lingga diterima langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak SH serta beberapa anggota DPRD lainya.

Penyampaian hal yang sama juga disuarakan yang intinya agar Pemprov Kepri maupun DPRD bisa segera melakukan revisi terkait perda RTRW Kepri yang tidak memasukan Lingga sebagai peruntukannya kawasan pertambangan. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan SDA yang ada di Lingga itu sendiri.

Adu argumentasi terkait hal ini membuat beberapa perwakilan pemuda Lingga menjadi terpancing emosi, sehingga salah seorang orang perwakilan yang tersulut emosi memukul meja dengan keras.

Sontak ruang serba guna menjadi panas. Pasalnya beberapa orang staf pengamanan DPRD tidak bisa menerima dan meminta agar pemuda tersebut dikeluarkan dari ruang rapat. Kericuhan dan tolak menolak sempat terjadi sampai petugas keamanan datang dan adanya usaha dari kedua kubu untuk menenangkan masing-masing anggota yang emosi.

Ketua DPRD provinsi Kepri, Jumaga Nadeak SH yang terlihat bisa menenangkan situasi berharap agar semua hal bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan santun. Selain itu solusi terkait tuntutan ini Jumaga berjanji akan segera menindak lanjutinya.

"ini bukan tidak bisa diubah namun ada mekanisme. Jadi RTRW Lingga harus direvisi dahulu. Dari bawah dahulu baru ke atas, bukan dri atas ke bawah. Setelah semua sudah didilakukan, secepatnya hasil revisi di kabupaten dan kota dibawa ke provinsi, baru nanti kita bawa lagi ke atas, Menteri sampai Presiden. Tidak ada yang tidak bisa direvisi, namun ada mekanisme. Ada aturannya," kata Jumaga menjelaskan.(jfr)

Share