Selasa06192018

Last update05:00:00 AM

Back Lingga Beras Lokal Lingga Mulai Produksi Cap Jagung Manis

Beras Lokal Lingga Mulai Produksi Cap Jagung Manis

images/stories/Berita/2018/Maret/10Maret18/13-10mar18 lingga hlll lingga mulai produksi beras lokal cap jagung manis 2.jpgLINGGA (HK)- Upaya Bupati Lingga, Alias Wello dalam mengembang sektor pertanian padi sudah mulai menampakkan hasil secara perlahan.

Dulunya, masyarakat Lingga membeli beras di warung-warung yang didatangkan dari wilayah luar Kabupaten Lingga bahkan luar Kepri. Namun, sekarang ini sudah ada beras produksi lokal dari Kabupaten Lingga, walau pun jumlahnya terbatas.

Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, menjadi salah satu desa yang saat ini juga dikembangkan sebagai area persawahan di Lingga. Selain Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara yang lebih dulu dibuka, sawah Desa Bukit Langkap sudah memberikan kontribusi untuk desa setempat.

Saat ini, Desa Bukit Langkap sudah memproduksi beras lokal yang diberi nama beras Cap Jagung Manis.

Kepala Desa Bukit Langkap, Sudarmin mengatakan, saat ini beras Cap Jagung Manis hasil dari sawah desanya sudah bisa dipesan oleh masyarakat. "Sebagian ditampung oleh toko Santo di Daik. Ini beras asli Lingga, Cap Jagung Manis," kata dia kepada Haluan Kepri, Jumat (9/3).

Sudirman mengatakan, selain di Toko Santo yang berada di Kampung Putus, Kelurahan Daik, beras Cap Jagung Manis itu juga bisa didapat di Toko Anang yang berada di Kampung Melukap. "Kalau untuk harganya langsung ke toko itu saja. Stok terbatas. Tapi yang jelas, cukup terjangkau lah harganya," ujar Sudarmin.

Dia berharap, dengan hadirnya beras Cap Jagung Manis hasil persawahan Desa Bukit Langkap, masyarakat Lingga dapat merasakan hasil tersebut.

"Mudah-mudahan masyarakat Lingga umumnya bisa merasakan padi baru ini yang benar-benar hasil dari bumi Lingga. Walau pun masih terbatas, mudah-mudahan ke depan makin banyak lagi petani yang panen," kata dia.

Diketahui, sebelum dijual di dua toko tersebut, masyarakat desa setempat sudah merasakan terlebih dahulu bagaimana rasa dari jerih payah petani Bukit Langkap dalam menanam padi. (jfr)

Share