Rabu12132017

Last update12:00:00 AM

Back Luar Negeri Kengerian Kebakaran Apartemen London

Kengerian Kebakaran Apartemen London

6 Orang Tewas, 50 Terluka

London (HK)-  Kebakaran hebat yang melanda apartemen berlantai 24 di Kota London, Inggris pada Rabu (14/6) dinihari menyisakan kisah mengerikan yang diungkapkan para saksi.
Dari teriakan minta tolong, upaya menyelamatkan diri, hingga aksi nekat melompat diungkapkan oleh saksi yang sebagian besar merupakan korban dari insiden itu. Seorang saksi mata menggambarkan bahwa seorang tetangganya berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya melompat ke luar saat api menyebar di lantai tujuh.

Dari sebuah pusat evakuasi di Freston Road, wanita itu, yang meminta agar namanya tidak disebutkan, mengatakan, “Ada seorang wanita berdiri di belakangku yang meneriaki seseorang yang dia kenal di lantai tujuh. Dia sedang berbicara di telepon untuk berbicara dengannya, dia jelas sangat emosional karena flatnya berkobar saat itu.”

Seorang pria yang tinggal di lantai 17 blok tersebut, yang diidentifikasi sebagai Methrob, mengatakan kepada radio LBC: “Saya mendengar truk pemadam kebakaran, dan oleh karena itu saya diberi tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi. Tidak ada alarm kebakaran di gedung, kami tidak memiliki sistem alarm kebakaran terpadu.”

Dia mengatakan api itu ada di dalam satu apartemen.

Saksi lain, Samira, mengatakan, “Sekitar tengah malam api masih berada di sekitar lantai tiga dan kemudian, sebelum Anda menyadarinya, seluruh lantai bangunan terbakar dan ada orang yang berteriak minta tolong dan membangunkan anak-anak".

“Semua orang benar-benar takut, dan mereka tidak tahu harus berbuat apa dan sangat sedih melihat. “Ada banyak orang di sana; anak-anak, orang tua dan orang-orang cacat.”

Kebakaran yang melanda Apartemen Grenfell Tower di London barat dimulai beberapa saat sebelum pukul 01.00. Sebanyak 200 petugas pemadam kebakaran berada di tempat kejadian bersama 40 mobil pemadam tiba tepat pada pukul 01.15 di apartemen yang berisi 120 flat tersebut.

Sejauh ini, baru ada laporan sedikitnya enam orang tewas dan 50 orang mengalami cedera dalam kebakaran apartemen London. Polisi menambahkan bahwa angka korban tewas kemungkinan akan bertambah.

Stuart Cundy, dari Kepolisian Metropolitan mengatakan, "Saya dapat memastikan enam korban jiwa saat ini,  namun angka ini cenderung meningkat selama operasi penyelamatan yang kompleks dalam beberapa hari."

Cundy mengatakan bahwa pihaknya mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk mengidentifikasi korban mengingat kondisi jenazah. Dia juga menambahkan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi mengenai penyebab kebakaran tersebut.

Pihak berwenang juga telah meminta agar penghuni apartemen tersebut melaporkan diri ke polisi guna memudahkan polisi menentukan jumlah korban tewas dan yang selamat.

Petugas pemadam kebakaran menyatakan bahwa pihaknya telah menyelamatkan orang-orang dalam jumlah besar, namun Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan banyak sekali orang yang belum diketahui keberadaannya.

Seperti yang dilansir BBC pada 14 Juni 2017, saat ini lebih dari 50 orang dirawat di rumah sakit akibat kebakaran apartemen London.

Bangun Sahur

Warga muslim Inggris yang bangun untuk sahur dilaporkan membantu menyelamatkan nyawa penghuni dari kebakaran apartemen London.

Sejumlah penghuni apartemen 24 lantai tersebut menceritakan, mereka tidak mendengar alarm saat api mulai menyapu bangunan tinggi di London Barat tersebut. Tapi mereka malah disiagakan oleh warga penghuni, beberapa di antaranya adalah warga muslim yang bangun untuk sahur dan termasuk orang pertama yang memperhatikan api itu.

Api mulai berkobar tidak lama setelah tengah malam dan ketika banyak orang yang tinggal di dalam blok menara itu sedang tertidur. Orang-orang muslim termasuk orang pertama di tempat kejadian saat dievakuasi dari Menara Grenville.

Andre Barroso, 33 tahun, mengatakan kepada The Independent, “Muslim memainkan peran besar dalam mengajak banyak orang keluar. “Sebagian besar orang yang saya lihat adalah muslim, mereka juga menyediakan makanan dan pakaian.”

Seperti yang dilansir Independent, Barroso mengatakan banyak orang masih mencari teman dan kerabat yang tinggal di dalam menara.

Banyak orang telah menyumbangkan air, makanan, dan pakaian ke gereja St Clement di dekatnya, tempat penduduk setempat mengungsi. Yang lainnya sedang mendistribusikan botol air ke orang-orang yang menunggu di luar.

Laporan terbaru menyebutkan sekitar enam korban tewas dalam kebakaran apartemen London, meski masih susah untuk diidentifikasi. Adapun saat ini terdapat korban luka-luka yang di rawat di rumah sakit. Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI di Inggris belum dapat memastikan apakah ada warga Negara Indonesia atau WNI yang menjadi korban dalam kebakaran itu.

“KBRI London terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Inggris, namun sampai saat ini masih belum dapat dipastikan kewarganegaraan dari 30 korban terluka kebakaran tersebut,” demikian pernyataan KBRI London dari laman Facebook.

Layanan hotline KBRI London +447881221235 dan +447795105477 disiagakan untuk memberikan bantuan bagi WNI dalam kondisi darurat bahaya. (tmp/mei)

Share