Senin11242014

Last update12:00:00 AM

Back Luar Negeri Perayaan HUT RI di KBRI Singapura

Perayaan HUT RI di KBRI Singapura

Nasionalisme Lebih Terasa Negeri Orang

SINGAPURA (HK) - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 di KBRI Singapura ternyata lebih jauh lebih bermakna dibandingkan upacara serupa yang digelar di tanah air. Walaupun pelaksanaannya terlihat jauh dari kesan sempurna, namun peserta upacara yang terdiri dari berbagai kalangan tersebut meniupkan rasa nasionalisme yang tinggi.
Di Indonesia sendiri, baik itu di Provinsi Kepri maupun daerah lainnya. Perayaan peringatan HUT kemerdekaan RI yang ditandai dengan upacara detik-detik proklamasi setiap tahunnya, sudah menjadi tradisi.

Namun agenda tahunan berupa upacara ini dianggap sebagai hal yang biasa bagi warga yang berada di Indonesia.
Hampir semua warga Indonesia memperingati HUT RI ke 68 yang yang jatuh pada Sabtu 17 Agustus 2013 kemarin.

Begitupun halnya dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, termasuk WNI yang tinggal di Singapura. Sabtu kemarin, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) juga memperingati HUT RI ke 68 di areal kantor kedutaan yang beralamat di 7 Chatsworth Road, Singapore.

Pada upacara yang dipimpin langsung oleh Duta Besar (Dubes) RI Untuk Singapura, Andri Hadi ini sangat meriah dan tidak kalah dengan perayaan yang ada dalam negeri.

Untuk peserta upacara, sedikitnya ada seribu lebih warga Indonesia di Singapura dari berbagai latar belakang profesi ikut menjadi peserta upacara.

Dari kalangan pegawai kedutaan, para pengusaha dan profesional yang sudah berkarir di Singapura, para pelajar dan mahasiswa hingga para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berprofesi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) atau yang sebelumnya dikenal dengan sebutan PRT.

Meskipun harus berpanas-panasan menjadi peserta upacara, semua WNI ini dengan hikmat mengikuti jalannya peringatan detik-detik proklamasi dimana pengibaran bendera juga melibatkan para pelajar Indonesia di Singapura dalam kelompok Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra.

Kondisi dan suasana peringatan HUT RI ini membuat KBRI seakan-akan menjadi negara sendiri. Semua yang hadir ikut berbincang dan bersalam-salaman usai upacara, dan tidak lagi menggunakan Bahasa Inggris ataupun Bahasa Mandarin seperti, yang dilakoni setiap harinya di luar kantor kedutaan.

Bagi sebagian orang, suasana pelaksanaan upacara yang dihadiri ribuan warga ini belum tentu bisa terjadi di negara sendiri. Sebab biasanya untuk di Indonesia saja, peserta upacara hanya dari kalangan pelajar saja, dan jarang ada masyarakat umum yang ikut menjadi peserta upacara.

"Mereka datang secara spontanitas tampa kita undang. Perayaan seperti ini terjadi setiap tahun dan suasana ini dijadikan ajang berkumpul dan bercengkrama sesama warga Indonesia,"kata Dubes RI untuk Singapura Andri Hadi.

"Kalau saya menilai ini sangat luar biasa. Rasa nasionalisme WNI sangat kental dan terlihat ketika berada di negara orang. Ditambah lagi, ribuan peserta yang ikut ini merupakan tanda kecintaan orang Indonesia kepada negaranya tidak hilang, kendati sudah lama berada di negara orang lain," ungkap Anggota DPRD Kepri, Rudi Chua yang juga menjadi peserta upacara menimpali ungkapan Dubes tersebut.

Beberapa TKI juga menyampaikan hal yang sama. Mereka datang bukan karena diundang, melainkan memang sengaja menjadi peserta upacara. Hal ini dilakukan mereka sejak beberapa tahun terakhir menjadi PLRT di Singapura.

"Saya sudah dua kali ikut upacara di KBRI. Padahal kalau di Indonesia, saya terakhir kali ikut upacara ini sejak jaman sekolah dulu atau sudah puluhan tahun silam," terang Yanti, warga Jawa Tengah yang saat ini menjadi PLRT di Singapura.

Selaku Dubes RI untuk Singapura, Andri Hadi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih KBRI ke pada seluruh WNI yang ikut hadir dalam pelaksanaan upacara tersebut. Karena dengan peringatan HUT RI yang sederhana, warga Indonesia dengan sangat antusias mengikuti dan memeriahkan acara tersebut, tidak terkecuali tujuh puluh anak Panti Asuhan asal Tanjungpinang yang juga ikut menjadi peserta upacara.

"Setiap tahunnya memang seperti ini pelaksanaan upacara di KBRI Singapura. Pasti tidak kurang dari seribu orang yang turut mengambuil bagian dalam upacara. Ini sangat bagus, dan kami sangat mengapresiasinya. Apalagi di tahun ini, anak-anak panti asuhan dari Kepri ikut ambil bagian menjadi peserta upacara," ujarnya.

Andri mengatakan, di Singapura sendiri, nasionalisme WNI masih sangat tinggi. Meskipun dari jumlah total WNI mencapai sekitar dua ratus ribu orang, dengan yang hadir mencapai ribuan orang ini, berarti masih tinggi rasa kebangsaan dan nasionalisme WNI.

"Yang menariknya lagi, dari ribuan yang WNI yang hadir. Paling banyak adalah para TKI yang bekerja sebagai PLRT. Ini sangat luar biasa dan kami sangat berterima kasih," singkatnya.

Usai upacara, seluruh WNI yang hadir berbaur menjadi satu dalam hidangan yang disajikan KBRI Singapura, dalam rangka ramah tamah dan silaturahim antar seluruh WNI yang berada di Singapura. (rul)

Share