Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Luar Negeri Turki Pecat 45.000 PNS Akibat Kudeta

Turki Pecat 45.000 PNS Akibat Kudeta

Ankara (HK) - Media Turki belakangan mengeluarkan laporan yang cukup mengejutkan terkait dampak dari kudeta militer pada Sabtu, 16 Juli 2016. Upaya penggulingan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang dinilai gagal tersebut mengakibatkan lebih dari 45.000 pegawai negeri sipil (PNS) dipecat dan dipaksa melepaskan jabatannya. Mereka yang dipecat tidak hanya dari kalangan militer, tetapi juga menyasar hingga tingkat pendidikan. Pemerintah menilai mereka bukan hanya tidak setia kepada Erdogan, tetapi juga pengkhianat yang lebih memilih menjadi pengikut Fethullah Gulen.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim bahkan menyebut orang-orang tersebut berpotensi mendirikan organisasi teroris di sana. “Kita harus mencabut mereka hingga akar-akarnya,” seru dia di hadapan parlemen, seperti dilansir BBC, Rabu (20/7).

Sementara itu mereka juga melayangkan permohonan ekstradisi Gulen ke Pemerintah Amerika Serikat untuk memprosesnya secara hukum di Turki. Pasca-kudeta, pemerintah telah memecat sedikitnya 15.200 guru dan tenaga pengajar, kemudian 1.577 dosen di perguruan tinggi dipaksa mengundurkan diri.

Demikian juga 8.777 PNS yang bekerja di bawah kementerian dalam negeri, 1.500 staf kementerian keuangan, dan 257 orang lainnya di kantor perdana menteri.

Jumlah ini belum termasuk lebih dari 6.000 personel militer dan hampir 9.000 polisi yang juga dicopot dari posisinya sebagai penegak hukum serta penjaga keamanan. Sekira 3.000 hakim juga ditangguhkan dari jabatannya terkait kudeta. Selain itu, tidak kurang dari 85 jenderal dipenjara.

Taktik pembersihan oleh Erdogan faktanya mengundang polemik di dunia internasional. Sebagaimana pemecatan tersebut dilihat terjadi secara sewenang-wenang tanpa mempertimbangkan hak asasi manusia. Ditambah dengan mencuatnya perdebatan untuk menghukum mati para pelaku kudeta yang jelas bertentangan dengan HAM.

Pejabat senior di Jerman pada Selasa 19 Juli 2016 menyatakan ada perpecahan mendalam di Turki saat ini. Dikhawatirkan dampaknya berimbas ke komunitas Turki yang cukup banyak jumlahnya di Jerman.

“Bahaya dari meningkatnya kekerasan antara pendukung dan oposisi Erdogan juga mengemuka di Jerman,” kata Menteri Dalam Negeri Joachim Herrmann.

Adili 99 Jenderal

Selain memecat PNS, itoritas Turki secara resmi mendakwa dan mengadili 99 jenderal militer yang terlibat percobaan kudeta yang gagal pada Jumat (15/7). Para jenderal itu termasuk dalam 6 ribu personel militer dan hakim yang ditangkap dalam operasi penangkapan massal sejak akhir pekan lalu.

Disampaikan dua pejabat Turki, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/7) sekitar 14 jenderal lainnya, yang juga ditangkap dalam operasi itu, masih tetap dalam penahanan. Total ada 360 jenderal militer yang ditahan terkait percobaan kudeta itu.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal dakwaan yang dijeratkan kepada para jenderal militer itu, termasuk identitas mereka. Namun sebelumnya dilaporkan bahwa komandan Angkatan Udara Turki tahun, Akin Ozturk, masuk dalam daftar orang yang ditahan.

Otoritas Turki melancarkan operasi 'pembersihan' dalam seluruh sektor, mulai dari militer, kepolisian, pemerintahan hingga sektor pendidikan. Operasi itu difokuskan pada pendukung gerakan yang dipimpin ulama terkenal Fethullah Gulen, yang diyakini Turki sebagai dalang di balik percobaan kudeta, pekan lalu.

Sekitar 100 pejabat intelijen Turki diskorsing. Demikian juga sekitar lebih dari 15 ribu pegawai pada Kementerian Pendidikan Turki yang juga diskorsing. Kementerian Pendidikan menyebut mereka yang diskorsing dicurigai terkait Organisasi Teroris Fethullah (FETO).

"Sebanyak 15.200 pegawai negeri diskorsing dan penyelidikan terhadap mereka tengah dilakukan," demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Turki.

Baca juga: Nyaris 9 Ribu Pejabat Publik Dicopot Usai Percobaan Kudeta di Turki

Sedangkan 492 pegawai pada Direktorat Urusan Agama, kemudian juga 257 pegawai pada kantor Perdana Menteri Turki, serta 300 pegawai pada Kementerian Energi Turki dinonaktifkan dari jabatannya. Disampaikan sejumlah pejabat Turki, bahwa sejauh ini sedikitnya 50 ribu tentara, polisi, hakim, pegawai negeri dan guru ditindak tegas terkait percobaan kudeta.

Selain skorsing dan penonaktifan, larangan terbang untuk sementara juga diberlakukan untuk para akademisi Turki. Disampaikan pejabat pemerintahan Turki yang enggan disebut namanya, beberapa orang dalam sejumlah universitas Turki dicurigai terlibat faksi militer yang melakukan percobaan kudeta.

Dewan Tinggi Pendidikan Turki, seperti dilaporkan televisi nasional TRT, menetapkan larangan bagi seluruh akademisi Turki untuk bepergian ke luar negeri. Larangan ini disebut hanya berlaku sementara, tanpa menyebut sampai kapan masa berlakunya.

TRT juga melaporkan,  otoritas Universitas Istanbul telah mencopot 95 akademisi dari jabatan mereka. Sedangkan izin mengajar sebanyak 21 ribu guru di berbagai institusi pendidikan swasta di Turki dicabut, karena orang-orang tersebut dicurigai menjadi pendukung Gulen. (dtc/rtr/btn)

Share