Jumat11242017

Last update05:00:00 AM

Back Luar Negeri Obama akan Tindak Tegas Rusia

Obama akan Tindak Tegas Rusia

Campuri Kampanye Pilpres AS

Washington DC (HK)- Presiden AS Barack Obama menegaskan akan mengambil tindakan atas Rusia karena telah mencampuri kampanye pemilihan presiden AS. "Kita harus mengambil tindakan dan akan mengambil tindakan," kata presiden kepada jaringan radio NPR.
Amerika menuduh Rusia meretas email Partai Demokrat dan penasihat kunci Hillary Clinton, tuduhan yang dibantah keras oleh Rusia. Presiden terpilih dari Partai Republik, Donald Trump, juga sudah membantah klaim itu, yang disebutnya 'konyol' dan memiliki motif politik.

Badan intelijen mengatakan bahwa mereka memiliki setumpuk bukti bahwa peretas Rusia yang memiliki hubungan dengan Kremlin berada di balik peretasan ini. Dan pada Kamis, juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin terlibat dalam serangan cyber ini.

Beberapa jam kemudian, Obama mengatakan,"Saya rasa tak ada keraguan bahwa saat pemerintahan asing berupaya mempengaruhi integritas pemilu kita, maka kita harus mengambil tindakan dan kita akan bertindak, pada waktu dan tempat yang sesuai kepentingan kita."

"Beberapa (tindakan) mungkin akan eksplisit. Lainnya mungkin tidak."

"Putin sangat tahu perasaan saya soal ini, karena saya bicara langsung dengannya mengenai hal ini."

John Podesta, yang memimpin kampanye Clinton,diretas dan emailnya diunggah keWikileaks. Tak jelas tindakan apa yang akan diambil AS, mengingat Obama akan menyelesaikan masa jabatannya pada 20 Januari nanti.

Kebocoran email-email tersebut menjadi insiden memalukan bagi Partai Demokrat dalam titik krusial kampanye mereka. CIA sudah menyimpulkan bahwa motivasi Rusia untuk mempengaruhi pemilihan adalah untuk memenangkan Trump, namun tak ada bukti yang dibeberkan ke publik.

Trump menuduh Partai Demokrat menyebar isu keterlibatan Rusia untuk menyembunyikan rasa malu mereka karena kalah pada pemilihan. Trump juga memunculkan kekhawatiran dengan memberikan jabatan Menteri Luar Negeri kepada taipan minyak Rex Tillerson, yang sudah pernah bekerja dekat dengan pemimpin Rusia itu

Pada hari Kamis, Trump mencuit, "Jika Rusia, atau entitas lain, melakukan peretasan, kenapa Gedung Putih menunggu sampai lama untuk bertindak? Kenapa mereka baru menyampaikan keluhan setelah Hillary kalah?"

Padahal sudah sejak Oktober lalu, pemerintahan Obama menuduh Rusia melakukan peretasan pada sejumlah situs politik AS serta akun email dengan tujuan mempengaruhi pemilihan presiden saat itu.

Mudah Tersinggung

Sementara itu, Produser televisi terkenal Amerika Serikat Seth MacFarlane menilai Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump kini tidak lagi menjadi pribadi yang mau mendengar dan adil, melainkan telah berubah menjadi orang yang gampang tersinggung dan balik menyerang pengkritiknya.

MacFarlane mengingat satu momen ketika dia bergurau soal gonta ganti istri yang dilakukan Trump, namun saat itu Trump cuma mengangguk dan tidak terganggu oleh gurauan itu. "Saya ingat, dia cuma mengangguk dan baik-baik saja," kata pembuat acara kartun komedi "Family Guy" itu.

Tetapi sekarang, kata MacFarlane, Trump menjadi lebih dikenal karena kerap menyerang balik saat dikritik. "Sekarang tidak sama lagi, sekarang beda," kata MacFarlane seraya menganalogikan bahwa kulit Donald Trumps kini agak lebih tipis atau gampang tersinggung.

"Trump menjadi lebih sensitif setelah berdiri di hadapan banyak orang yang mendewakan dia dalam 18 bulan terakhir," kata MacFarlane dalam laman Huffington Post. "Ini mengubah siapa pun jadi orang gila." (ant/dtc)

Share