Jumat09222017

Last update05:00:00 AM

Back Luar Negeri 11 Jenazah TKI Ditemukan

11 Jenazah TKI Ditemukan

Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Sebelas jenazah yang diduga kuat merupakan korban tewas dalam insiden tenggelamnya kapal pembawa tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di perairan Mersing, Johor, Malaysia, Senin (23/1), ditemukan di perairan Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (27/1). Jenazah-jenazah itu selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri di Kelurahan Batubesar, Nongsa, Kota Batam, untuk proses identifikasi.
"Total yang ditemukan sudah berjumlah 11 jenazah," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, Jumat (27/1) malam.

Kesebelas jenazah itu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri tidak bersamaan. Pertama, enam jenazah yang dibawa lebih dulu setelah tiba di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Jumat siang sekitar pukul 11.45 WIB. Keenam jenazah ini ditemukan secara terpisah, yakni dua jenazah di Pantai Trikora Bintan, dua jenazah ditemukan di Pantai Lagoi dan dua jenazah lagi ditemukan di tengah laut oleh TNI AL.

Selanjutnya, tiga jenazah yang ditemukan di perairan Berakit Bintan dievakuasi ke Batam pada Jumat sore. Terakhir, satu jenazah lagi ditemukan di perairan Pantai Sribintan dan satu korban ditemukan di depan perairan Kabil, Batam. "Saat ini mayat tersebut dalam proses pengangkatan untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Batam," kata Erlangga.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir mengungkapkan, informasi terakhir yang ia peroleh, sudah 10 mayat yang ditemukan di kawasan Bintan. Penemuan sejumlah mayat tersebut tersebar di lokasi yang berbeda. "Sudah 10 mayat yang ditemukan di wilayah Bintan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/1).

Ia menambahkan, ke-10 mayat tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri di Batam sesuai instruksi Kapolda Kepri. "Semuanya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Batam sesuai dengan intsruksi Kapolda," katanya.

Ia menjelaskan, tiga dari 10 mayat tersebut, ditemukan di wilayah hukum Polsek Gunung Kijang. Di antaranya, di kilometer 42 pantai Bintan Beach Cleb (BBC), Kampung Mengurus, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang sebanyak dua mayat. Lalu, satu jenazah ditemukan di kilometer 58 pantai Kampung Kampe, Desa Malang Rapat, Gunung Kijang.

Sementara sisanya ditemukan di wilayah hukum Polsek Bintan Utara. Lokasi temuan di antaranya, Pantai Banyan Tree Lagoi, Desa Sebong, Lagoi; Pantai Kampung Pengudang, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong. Lalu, Pantai Banyu Biru Villa Nirwana Gardens, Desa Sebong, Lagoi; perairan Teluk Sumpat, Desa Pengudang (dibawa oleh KRI Lemadang 632 ke Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban), serta kawasan perairan Selat Riau (dibawa oleh KRI Kelabang 826 ke Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban). Terakhir, dua mayat lainnya ditemukan di Pantai Senggiling, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong.

"Jumlah keseluruhan yang dapat kami infokan sekarang ini 10 mayat," tukasnya.

Menurut Erlangga, jenazah-jenazah tersebut kemungkinan terbawa arus hingga ke wilayah Bintan karena saat ini musim angin utara. "Kalau melihat kondisi alam saat ini kemungkinan jenazah-jenazah itu terbawa arus kuat. Sehingga terbawa sampai ke wilayah perairan Bintan," kata Erlangga kepada pers di Pelabuhan Telaga Punggur, Jumat siang.

Kondisi jenazah tampak sudah hancur dan membusuk. Kata Erlangga, hal itu karena jenazah sudah lama terapung di laut. Juga, karena disebabkan air garam yang berpengaruh mempercepat pembusukan daging. "Kondisi para korban rusak disebabkan lamanya terbawa dan terendam air laut, apalagi didalam laut banyak makhluk hidup lainnya, " ujarnya.

Pasca-penemuan sembilan jenazah ini, lanjut Erlangga, Polda Kepri terus mengintensifkan pencarian TKI korban kapal tenggelam di Johor Bahru. "Tidak menutup kemungkinan korban-korban lain masih ada yang terbawa arus masuk ke wilayah Kepri. Jadi penyisiran terus dilakukan oleh petugas," kata dia.

Sementara itu, RS Bhayangkara Polda Kepri menyiapkan 20 petugas untuk mengidentifikasi jenazah-jenazah tersebut. "TIM DVI terdiri atas 20 petugas akan melakukan identifikasi jenzah yang sudah ditemukan," kata Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol Djarot Wibowo.

Ia mengatakan sejak Jumat siang jenazah-jenazah yang ditemukan pada sejumlah wilayah di Bintan tersebut sudah berada di RS Bhayangkara Polda Kepri. "Saat ini masih disemayamkan di kamar jenazah. Nanti malam kami akan mulai identifikasi jenazah-jenazah tersebut," kata dia.

RS Bhayangkara Polda Kepri memiliki fasilitas pendingin mayat yang baik sehingga jenazah tidak akan rusak meski disimpan dalam jangka lama. Selain menyiapkan tim identifikasi, RS Bhayangkara Polda Kepri juga sudah menyiapkan Posko Ante Mortem untuk mengumpulkan data pembanding dari pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa itu.

Jika ada pihak yang merasa anggota keluarganya menjadi korban dalam kapal yang diduga berlayar dari Batam menuju Johor itu diminta agar datang ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk diambil datanya. "Data-data yang masuk nanti akan kami kirimkan ke Johor Malaysia sebagai data pembanding guna identifikasi korban yang belum teridentifikasi. Atau untuk mengidentifikasi yang dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga.

Korban Terus Bertambah

Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru, Malaysia, menyebut jumlah korban tewas dalam insiden tenggelamnya kapal pembawa TKI ilegal di perairan Mersing, Johor, Malaysia, Senin (23/1), sudah mencapai 24 orang. "Rekapitulasi korban meninggal sampai dengan saat ini total mencapai 24 jenazah terdiri dari 17 laki-laki dan tujuh perempuan," kata Konsul Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Haris Nugroho di Johor Bahru, Jumat.

Data serupa disampaikan Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rikwanto dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang Kombes Pol Ahmad Ramadhan secara terpisah, Jumat. "Sejak kapal tenggelam pada tanggal 23 Januari lalu, update hingga Kamis (26/1) pukul 23.00 malam adalah telah ditemukan 24 jenazah," kata Rikwanto di Jakarta.

"Dari total jumlah korban itu, 17 orang berjenis kelamin laki-laki dan 7 perempuan. Proses identifikasi masih sedang berlangsung," kata Ahmad Ramadhan.

Belum diketahui pasti apakah data itu sudah termasuk sebelas jenazah yang ditemukan di perairan Bintan dan Batam pada Jumat (27/1).

Dari jumlah korban tewas, delapan sudah teridentifikasi dan enam di antaranya siap dipulangkan ke kampung halamannya. Enam jasad yang sudah siap dipulangkan adalah Sayyideh asal Surabaya, Jawa Timur; Lambertus Luan asal NTT; Hamidah asal Surabaya; Suhana Binti Ponangi asal Surabaya Jawa Timur; Marto asal Surabaya dan Sulis Setyowati asal Jawa Timur.

Dua korban tewas lainnya yang sudah teridentifikasi atas nama Rosid, laki-laki asal Sampang, Madura, Jawa Timur. Rencananya jenazah Rosid dipulangkan pada 28 Januari 2017 dengan rute Kuala Lumpur International Airport (KLIA) - Jakarta - Surabaya. "Satu jenazah teridentifikasi lainnya yang masih dalam proses untuk pemulangan atas nama Maria Yuliana Reku," kata Haris Nugroho.

Sisa yang belum teridentifikasi, ujar dia, sebanyak 16 jenazah terdiri dari 14 laki-laki dan dua perempuan.

Sementara jumlah korban selamat, tambah Haris, hingga saat ini masih tetap delapan orang atau belum ada penambahan. Mereka adalah seorang warga Malaysia, lima WNI lelaki (satu asal Madura dan empat dari Batam), dan dua perempuan (asal Jatim).

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal pengangkut TKI tenggelam di perairan Mersing, Johor, Malaysia, Senin (23/1) sekitar pukul 09.17 waktu setempat. Kapal dengan panjang lebih kurang 18 kaki itu berlayar dari Batam menuju Johor Bahru. Kapal diduga tenggelam akibat dihantam ombak dan angin kencang. Kapal itu diperkirakan mengangkut 40 orang. Sejumlah jenazah sudah teridentifikasi oleh anggota keluarga di Johor. (ant/btd/rep/dbs)

Share