Rabu09202017

Last update05:00:00 AM

Back Meranti Distamben Meranti Koordinasi dengan KKKS

Distamben Meranti Koordinasi dengan KKKS

Soal DBH Migas

SELATPANJANG (HK)- Guna terus mempertahankan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor Migas bagi Kepulauan Meranti, pemerintah kabupaten setempat melalui Dinas Pertambangan dan Energi terus menjalin komunikasi dengan pihak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi di daerah Meranti.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Meranti Herman, melalui Kabid Energi dan Ketenaga Listrikan Mufrizal mengatakan, minimal setiap 3 bulan sekali pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak Energi Mega Persada (EMP) Malaca Strait.

"Setiap tiga bulan sekali kita diberikan data mengenai realisasi lifting (penjualan gas) oleh KKKS yang beroperasi di Meranti, dalam rapat di SKK Migas. Tentunya kita akan menganalisa dan mengevaluasi karena ini berkaitan dengan DBH Migas yang kita terima sebagai pendapatan daerah dari pemerintah pusat," ujar Mufrizal, Rabu (20/8).

Saat ini, DBH dari sektor Migas yang diterima Kepulauan Meranti sekitar Rp400 miliar. "Logikanya kalau angka lifting Migas KKKS menurun atau tidak memenuhi target SKK Migas, pasti menyebabkan penurunan angka DBH yang kita terima," sebut Mufrizal lagi.

Alumni teknik perminyakan itu memperkirakan dengan realisasi lifting pada tahun 2014 menurun jika dibandingkan 2013 lalu.

"Kita lihat menurun dari tahun lalu. Solusinya KKKS harus berinovasi mencari sumur baru. Mudah-mudahan tahun depan (2015) EMP sudah mulai melakukan eksploitasi sumur baru mereka, yang saat ini dalam proses eksplorasi di daerah Sungai Suir Tebingtinggi," ujarnya. (hmg)



Share