Sabtu11182017

Last update05:00:00 AM

Back Nasional Semua Masjid di Jateng Gelar Doa Bersama untuk Rohingya

Semua Masjid di Jateng Gelar Doa Bersama untuk Rohingya

JATENG (HK)- Seluruh Masjid Agung di 35 Kabupaten/Kota Jawa Tengah akan menggelar doa bersama untuk etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar pada Jumat (8/9) mendatang. Doa ini merupakan empati dan kepedulian ummat terhadap kekerasan terhadap etnis tersebut.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan aksi doa bersama itu sudah dikoordinasikan dengan kepala daerah di 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng.

"Sudah minta Kapolres dan Bupati, Walikota di 35 daerah hari Jumat untuk melaksanakan kegiatan di Masjid Agung masing-masing Kabupaten Kota untuk akomodir semua yang berempati untuk doa bersama, galang dana dan Shalat Jumat berjamaah," kata Condro, Selasa (5/9) malam.

Kata Condro, kegiatan di Masjid bukan berarti unjuk rasa yang diikuti orasi, namun dengan kegiatan religius. Para ulama juga akan mengisi kegiatan di Masjid. "Masjid bukan tempat aksi. Masjid itu tempat ibadah, shalat. Tentunya kegiatannya shalat, shalat Jumat, doa, dan shalat gaib dan galang dana," kata Condro.

Terkait dengan aksi di Borobudur, kata Kapolda saat ini sudah ada informasi aksi yang rencananya akan digelar di Borobudur akan pindah ke Masjid An Nuur, Sawitan, Kabupaten Magelang. Meski demikian kepolisian dan TNI tetap akan menyiapkan personel untuk menjamin situasi kondusif.

"Saat ini Polda Jawa Tengah akan menyiapkan kekuatan 22 SSK (sekitar 2.200 personel). Dengan tambahan dari teman-teman TNI 3 SSK. Jadi sekitar 25 SSK (sekitar 2.500 personel)," tandas Condro.

Selain itu Polda Jateng menetapkan siaga 1 jelang rencana aksi di Borobudur, Jumat mendatang. Pengamanan dilakukan di ring 1 kawasan Borobudur bahkan hingga perbatasan. "Polda Jateng akan siaga 1 hari Kamis, Jumat, Sabtu, 3 hari," tegas Condro.

"Tidak akan ada (unjuk rasa) yang bisa masuk ring 1, kawasan candi Borobudur steril. Pengamanan ring 2 dan ring 3 perbatasan daerah, kita sekat," katanya.

FPI

Front Pembela Islam (FPI) mengklaim ribuan orang di sejumlah daerah telah mendaftar sebagai relawan untuk dikirim ke Rakhine State, Myanmar. FPI akan memberangkatkan relawan untuk membantu dan meringankan beban etnis muslim Rohingya yang diburu militer Myanmar.

Juru Bicara FPI, Slamet Maarif merinci wilayah yang telah membuka pendaftaran relawan. Di Sumatera Utara, kata Slamet, ada sekitar 1.200 pendaftar, Pasuruan, Jawa Timur 600 orang, dan Jakarta 287 orang.

"Jadi teman-teman di daerah sudah ada tujuh wilayah membuka pos pendaftaran, tugas kami di DPP menyeleksi sekaligus memberangkatkan calon mujahid tersebut," ujarnya seprti dikutip cnnindonesia, com, Selasa (5/9).

FPI menentapkan empat syarat untuk pendaftaran relawan yakni mendapat izin orang tua, berusia di atas 20 tahun, memiliki kemampuan bela diri, dan terakhir menyatakan siap kemungkinan terburuk, meninggal di wilayah Rakhine, Myanmar.

Slamet mengatakan, pendaftaran gelombang pertama akan ditutup pada Rabu (6/9). Setalah ditutup, FPI akan memberangkatkan relawan gelombang pertama. "Untuk kapannya belum tahu karena harus koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan negara sebelah dan lainnya untuk koordinasi lebih dulu," ucapnya.

Slamet juga mengatakan, pembukaan pendaftaran relawan merupakan bentuk solidaritas umat muslim di Indonesia atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. "Artinya, kalau tentara dunia internasional tidak bisa membantu saudara kami di sana, kami siap membantu apakah bentuk kemanusiaan, apakah negosiasi di sana atau angkat senjata sekalipun kami siap," tuturnya.

Saat ini PBB memperkirakan hampir 50 ribu warga Rohingya telah mengungsi untuk menghindari kekerasan terbaru ini. Para pengungsi Rohingya mengaku tentara Myanmar menyerang mereka, sementara pemerintah menyalahkan 'teroris Rohingya' yang memicu kekerasan. (rpk/cnn/dtc)

Share