Kamis11232017

Last update05:00:00 AM

Back Natuna Petai Tak Bisa Dijual Keluar Daerah

Petai Tak Bisa Dijual Keluar Daerah

NATUNA (HK) - Natuna merupakan daerah yang juga kaya dengan sumber daya alam petai. Tanaman ini tumbuh subur di tanah Natuna, hanya saja warga menyayangkan produk perkebunan yang satu ini belum bisa diekspor ke luar daerah.
Sementara hasil produksi petai di Natuna jauh melampaui keperluan pasar yang ada, sehingga terjadi penuruan harga yang sangat jauh.

Mun, seorang pekebun petai di Natuna mengaku, setiap tahun ia dan petani lainnya kebanjiran buah petai karena pohon petainya selalu berbuah banyak. "Alhamdulillah kalau buah petai banyak bang, tapi harganya murah sekali," kata Mun di kebunnya, Kelurahan Ranai Darat, Jumat (9/8).

Ia menjelaskan, satu ikat petai seukuran berat setengah kilo hanya laku dijual seharga Rp 5 ribu. Sementara di daerah lain seperti Tanjungpinang, laku dijual hingga Rp 15 ribu dengan ukuran yang sama.

Menurutnya, bila produk petainya itu bisa dibawa ke Tanjungpinang, ia mengaku yakin petani petai akan dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi. "Katanya kalau di Jakarta harga petai sampai Rp 25 ribu satu ikat, terus kalau di Pinang katanya 15 ribu. Kalau ini bisa dibawa keluar sepertinya kita lebih untung," ungkapnya menyesali.

Mun menyebutkan, kendala ekspor petai terletak di dua faktor yang keduanya susah dilawan oleh petani dan pengusaha. Yang mana faktor pertama adalah berupa jarak tempuh yang jauh antara Natuna dan daerah lain.

Kemudian ada juga faktor sarana yang belum memadai sehinga petai Natuna tidak bisa bertahan di perjalanan. Hal ini bisa menyebabkan petai mengalami pembusukan. "Kalau dibawa keluar busuk dia bang, karena jaraknya jauh, kalau ada kapal yang memiliki alat pendingin yang memadai mungkin saja bisa dijual ke luar seperti hasil kebun lainnya," jelasnya.

Namun begitu ia tetap mengaku bersyukur karena keberadaan petainya terbilang lumayan sebagai sumber pendapatan lain. "Tapi syukur lah ada petai, kita tak perlu beli untuk dimakan dan kita juga tetap bisa menjual walaupun harganya murah," tutup Mun. (fat)

Share