Rabu12132017

Last update12:00:00 AM

Back Natuna Pemerintah Kenalkan Rumah Perdaban kepada Pelajar

Pemerintah Kenalkan Rumah Perdaban kepada Pelajar

NATUNA (HK) - Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna mengenalkan program rumah peradaban kepada pelajar tingkat SLTA sederajat, Rabu (11/10). Pengenalan ini dengan tujuan agar pelajar mengetahui sejarah peradaban pulau Natuna di masa lampau.
Rumah peradaban merupakan wujud pertanggungjawaban pusat penelitian arkeologi nasional terhadap masyarakat berkenaan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan di berbagai wilayah Indonesia salah satunya Natuna.

Anggota Tim Penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Sonny C Wibisono mengatakan, sebagai lembaga pusat data arkeologi, pihaknya berkewajiban menginformasikan media arkeologi yang diperoleh sehingga bermanfaat untuk masyarakat luas terhadap kesadaran jatidiri bangsa melalui bukti-bukti arkeologi dan sejarah yang diperoleh melalui hasil penelitian.

"Di Natuna banyak sekali ditemukan peninggalan benda benda bersejarah. Setelah melakukan kajian dan penelitian yang kami lakukan, maka hasil dari penelitian itu kami sampaikan. Sasaran gak cuma tokoh masyarakat dan pemerintah daerah saja, tetapi juga pelajar selaku putra daerah," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Afriandi mengatakan, rumah peradaban dalam istilah lain di dunia pariwisata adalah semacam layanan atau kantor yang memberikan informasi.

"Tujuannya supaya pemahaman kita tentang sejarah budaya di Natuna ini satu, tidak masing-masing," katanya.

Dijelaskan Erson, Natuna menjadi pusat peradaban dunia pada masa lalu. Hal itu dibuktikan dengan adanya kuburan kuno, sejarah kesenian yang di tinggalkan serta benda bersejarah. "Hasil dari pada penelitian itu sudah dituangkan kedalam buku. Ini yang akan kita sebarluaskan kepada masyarakat," ungkapnya.

Sebagai informasi sambung Erson, di Natuna saat ini terdapat 127 titik barang muatan kapal tenggelam. Data tersebut diperoleh dari Kementerian Kelautan Perikanan. "Penelitian ini masih terus berlanjut sampai mendapat kejelasan sejarah penduduk Natuna masa lalu," tutupnya. (fat)

Share