Selasa06192018

Last update05:00:00 AM

Back Natuna Nelayan Natuna Masih Sulit Melaut

Nelayan Natuna Masih Sulit Melaut

NATUNA (HK) - Para nelayan masih sulit melaut menyusul sudah tiga hari angin kencang disertai hujan ringan dan gelombang tinggi terjadi di wilayah Natuna.
Secara umum untuk prakiraan cuaca di wilayah Natuna, diantaranya Teluk Buton, Serasan, Midai, Ranai, Sedanau, Subi dan Tanjung Kumbik,  masih diselimuti awan rendah dan menengah terlihat cukup banyak pada siang dan sore hari, menyebabkan potensi hujan bersifat lokal dan kadang disertai guntur dan petir.

"Diprakiraan cuaca hari ini sampai besok wilayah Natuna masih dilanda gelombang tinggi dan angin kencang yang disertai hujan ringan," kata Demetrius Christian,  prakirawan Statmet BMKG Ranai melalui selulernya, Minggu (11/3).

Dikatakannya, saat ini variasi arah dan kecepatan angin permukaan masih dikisaran 0,5 sampai 40 kilometer perjam. Sedangkan untuk gelombang tinggi mencapai 0,5 sampai 3.0 Meter. "Jadi berdasarkan prakiraan tersebut, BMKG pusat mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, yang akan terjadi di laut Natuna utara dengan ketinggian 4 sampai 6 meter," ungkapnya.

Yanto,  salah seorang nelayan di Kota Ranai menuturkan, untuk saat ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menunggu cuaca kembali normal seperti biasanya. "Ya, kita mau gimana lagi, peringatan untuk tidak melaut sudah disampaikan. Makanya kita lebih baik diam dirumah dulu sambil menunggu cuaca kembali teduh," jelasnya.

Yanto menambahkan, cuaca seperti ini lebih baik untuk membetulkan pompong yang mengalami kebocoran saat melaut sebelumnya. "Jadi sambil menunggu cuaca kembali normal, dan daripada kita menganggur lebih baik memperbaiki pompong dan mengecat ulang," tandasnya.***(fat)

Share