Jumat10312014

Last update12:00:00 AM

Back Natuna Senoa, Pulau Kosong di Natuna yang Rupawan

Senoa, Pulau Kosong di Natuna yang Rupawan

Bagi warga luar Natuna, Pulau Senoa mungkin masih asing di telinga. Jangankan warga luar, warga Natuna pun masih banyak yang belum tahu tentang keberadaan pulau tak berpenghuni ini. Penduduk setempat percaya bahwa pulau ini terbentuk dari raksasa yang mati dalam kondisi hamil. Dari kejauhan pulau ini memang nampak seperti orang hamil yang sedang berbaring.
Pulau Senoa terletak bersebelahan dengan Pulau Natuna. Dari Bandara Ranai, perjalanan menuju pulau ini bisa ditempuh dalam waktu satu jam. Menuju ke sana,
kita melalui Desa Teluk Baru, yang bisa ditempuh sekitar setengah jam dari Bandara Ranai. Pohon nyiur dan Masjid Agung Natuna yang megah dapat dinikmati selama perjalan ke desa itu..

Jika sudah sampai di Desa Teluk Baru, yang harus dilakukan adalah menyewa kapal kayu atau pompong. Pompong harus disewa seharga Rp250 ribu di hari biasa. Ddi hari minggu, cukup mengeluarkan biaya Rp25-30 ribu, karena banyak pengunjung.

Ada baiknya jika membawa peralatan snorkeling sendiri, karena habitat laut yang bisa kita temui di pulau ini sangat rupawan. Perjalanan dengan pompong ke Pulau Senoa ditempuh dalam waktu setengah jam. Menurut Bujang, pengemudi pompong, waktu yang baik ke pulau yang sering dijadikan sarang penyu ini adalah pukul 10 pagi sampai pukul 4 sore. Karena pada waktu tersebut air laut tidak surut, sehingga pompong mudah berlabuh.

Sampai di Pulau Senoa, hamparan pasir putih yang halus menyambut. Berbagai jenis terumbu karang dikelilingi ragam bentuk ikan hias nan cantik menanti. Kecantikan alam Pulau Senoa oleh Pemerintah Kabupaten Natuna akan dijadikan destinasi wisata yang dapat diandalkan. (wis)

Share