Saturday, May 19th

Last update10:55:11 AM GMT

You are here: News Anambas 100 Rumah Layak Huni Segera Dibangun

100 Rumah Layak Huni Segera Dibangun

ANAMBAS- Sebanyak 100 unit rumah layak huni akan segera dibangun  Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Rumah-rumah tersebut dibangun di dua desa yaitu 50 Kepala Keluarga (KK) desa mengkait Kecamatan Siantan Selatan (KK) dan 50 lainnya dibangun di Desa Langir Kecamatan Palmatak. Kepala Bidang (Kabid) Bantuan Perlindungan  Sosial dan Penanggulangan Bencana, Heriana mengatakan, pembangunan 100 rumah tersebut dari dana bantuan Provinsi Kepri. "Insya Allah 100 rumah tersebut akan dibangun dalam waktu dekat, dan kedepan kita akan kembali membangun 200 rumah  diseluruh Kabupaten Kepulauan Anambas," kata Heriana, Kamis (22/9).

Dijelaskan Heriana, untuk pembangunan 200 rumah layak huni tersebut pihaknya sedang melakukan pendataan dan rekapitulasi data, sehingga kepala keluarga yang rumahnya hendak dibangun benar-benar layak menerima bantuan. Selanjutnya untuk pendataan tersebut pihaknya akan melibatkan Kecamatan, Desa dan RT/RW sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. "Dengan kondisi yang ada mengingat Dinas Sosial yang masih seumur jagung, peran serta stake holder  sangat diharapkan bersama untuk membangun daerah ini," jelasnya.

Lebih jauh Heriana mengungkapkan, pembangunan rumah tidak layak huni tersebut sebenarnya adalah rehab rumah karena nilai dana yang akan dibantu kepada setiap rumah sebesar Rp15 - Rp20 juta, rumah yang dibangun tidak direhab total. Pembangunannya akan dilaksanakan dengan cara swakelola. "Untuk menentukan berapa nilai rumah dalam rehab pembangunan rumah tersebut, akan dilaksanakan oleh Dinas PU," ujarnya.

Pembangunan yang dilaksanakan tersebut kata Heriana akan berkelanjutan dan untuk 2011 ini diusahakan 100 rumah dapat dilaksanakan. Pihaknya juga berjanji pendataan akan dilaksanakan seefektif mungkin, dan berharap pembangunan yang dilaksanakan dapat menyentuh masyarakat yang berada dilapisan paling bawah. (yud)


Newer news items:
Older news items: