BELAKANGPADANG- Warga di tiga pulau di yakni Pulau Pecung, Pulau Kasu dan Pulau Buluh tak lama lagi akan menikmati listrik dari PLN selama 24 jam. Hal itu disampaikan GM PLN (Persero) wilayah Riau dan Kepri, Joko Abdul.
"Gas (PLTG) di Pulau Pemping kan sangat dekat dari sini, oleh karenanya apabila PLN di sana sudah beroperasi selama 24 jam maka nanti kita hybrin dengan PLTS. Kalau ini berhasil maka akan kita coba di sini. Dan Insya Allah tahun ini sudah mulai beroperasi," ujar Joko saat berkunjung ke tiga pulau tersebut, Rabu (21/3). Joko datang ke tiga pulau itu bersama rombongan Gubernur Kepri HM Sani.
Nantinya, lanjut Joko, masuknya aliran listrik PLN tergantung mana yang lebih cepat, gas di Pulau Pemping atau PLTS. Yang jelas biayanya sama-sama murah. Dari sana akan kita koneksikan semua. Dengan demikian, genset yang ada sekarang ini bisa digunakan di pulau-pulau lain.
"Insya Allah tahun ini sudah bisa terealisasi. Kita menunggu dulu, antara PLTS atau PLTG Pulau Pemping," terangnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri HM Sani mengatakan, saat ini pemerintah akan memprioritaskan penyediaan air bersih dan aliran listrik selama 24 jam di wilayah-wilayah hinterland. Prioritas tersebut dikhususkan di Kecamatan Belakangpadang tepatnya di kelurahan Pulau Pecung, Pulau Kasu dan di Kecamatan Bulang yakni di kelurahan Pulau Buluh.
"Kita akan usahakan secepatnya, daerah tersebut agar bisa teraliri air bersih dan listrik selama 24 jam," kata Sani.
Tapi, semua harus melalui proses. Yang jelas, lanjut Sani, akan diprioritaskan, karena rata-rata mayarakat hinterland meninginkan hal yang sama. Selama ini, di pulau-pulau tersebut memang sudah teraliri listrik. Namun, belum 24 jam. Sepeti di Pulau Kasu, hanya hidup pada pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB. Sementara kedua pulau lainya. listrik hidup pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.
"Air bersih memang sangat penting. Apa guna duit banyak tapi tak ada air," ujar Sani.
"Mayarakat harus bersabar dulu, karena semuanya minta, bukan hanya di sini. Kita belum bisa memastikan air bersih itu akan terealisasi dalam waktu dekat. Tapi dalam APBD-Perubahan akan diusahakan, apalagi semua daerah minta. Sedangkan mengenai listrik itu juga akan diusahakan. Tapi, dengan 24 jam listrik hidup otomatis pembayaran akan bertambah, dan itu konsekuensi. Jangan listrik mau 24 jam tapi harga mau tetap," terangnya.
Dalam kunjungan ini, turut bersama Gubernur adalah sejumlah pimpinan SKPD di Provinsi Kepri dan Pemko Batam. Selain air dan listrik, warga setempat juga berharap pemerintah memperhatikan pembangunan dermaga, sekolah, bantuan kepada nelayan. (cw56)Share
Tiga Pulau Segera Nikmati Listrik 24 Jam
- Kamis, 22 March 2012 00:00



Oleh-oleh Khas Daerah
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 