Informasi di lapangan, pelaku ini menyekap dua penjaga yakni Suyitno dan Hanafi yang bertugas. Setelah menguras harta benda di kantor tersebut, pelaku kabur.
"Waktu itu kita tengah tidur, tiba-tiba ada orang masuk ke tempat tidur dan membangunkan. Lantas mereka langsung mengikat kaki, tangan dan muka kita juga dilakban," tutur Suyitno kepada wartawan. Dan ikatan mereka tidak bisa dibuka, hingga pagi hari. Saat pelaku beraksi, kedua korban tidak melihat aksi para pelaku.
Kasi Statistik Sosial BPS Batam, Doni Cahya Wibowo mengatakan bahwa maling masuk melalui salah satu jendela dibagian samping kantor. Dimana centelan kunci jendela tersebut sudah tidak berfungsi lagi.
"Untuk beberapa hari kedepan aktivitas BPS Batam akan tertanggu, tapi syukur server utama tidak diembat maling. Karena kalau server utama tersebut dibawa lari maka semua data inti akan hilang," tutur Doni Cahya Wibowo.
Empat laptop yang diambil merupakan inventaris kantor yang ada diruangan Tata Usaha. Karena sampai sejauh ini dari pengecekan yang dilakukan para komplotan rampok tersebut hanya mengambil laptop, uang tunai, hp dan sebuah mobil operasioanl. Dimana kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian Batamkota.
Kanit Reskrim Polsekta Batam Kota, Manggiring Hutagaol mengatakan setelah mendapatkan laporan langsung terjun kelokasi untuk melakukan identifikasi.
"Kita sudah menerima laporan dari pihak BPS, selanjutnya kita akan melakukan pelacakan tersangka dari keterangan-keterangan yang ada. Semoga kasus ini segera terungkap," ujar Manggiring.
Akibat kejadian ini, BPS mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Dari aksi ini, kawanan perampok mengambil empat unit laptop, 6 telepon selular dan uang tunai dari berangkas BPS senilai Rp2.8 juta. Mobil operasional pelat merah BP 1002 C, juga turut lenyap digasak pelaku.
Pantauan Haluan Kepri dilokasi kejadian memperlihatkan beberapa ruangan sentral dilokasi tersebut berserakan dibuat maling. Selain itu juga brangkas besi yang menyimpan uang tunai senilai Rp2.8 juta tersebut dibuka secara paksa. Karena terlihat ada bekas pukulan dan congkelan linggis.((cw62)Share
Newer news items:
- Komisi X DPR RI Tinjau Pelaksanaan Jardiknas
- Mendagri Optimis e-KTP Sesuai Target
- Sembako Penyebab Batam Inflasi 0,21%
- Pemko Jangan Tutup Mata
Older news items:
- Penumpang di Bandara Terus Meningkat
- 15 Imigran Bangladesh di Deportasi
- Polisi Tangkap Perampok
- Stop Kekerasan pada Wartawan



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 