BATAM (HK) - Naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok mengakibatkan Batam inflasi sebesar 0,21 persen selama Mei 2012. Sementara Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,26 persen karena sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami penurunan harga.
Nana Marlina, Liputan Batam
Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada Mei 2012 mengalami kenaikan dari 125,55 pada April 2012 menjadi 125,81 atau terjadi inflasi sebesar 0,21 persen. Sementara, IHK Ibukota Provinsi Kepri Tanjungpinang mengalami penurunan dari 130,40 pada April 2012 menjadi 130,06 atau terjadi deflasi sebesar 0,26 persen.
Demikian data yang berhasil dihimpun Haluan Kepri dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri, Jumat (1/6).
Inflasi di Batam merupakan ke tiga kalinya selama 2012, setelah pada bulan yang lalu mengalami deflasi. Terjadinya perubahan harga-harga pada 75 komoditi menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Batam Bulan Mei 2012, dimana sebanyak 49 komoditi/jasa diantaranya mengalami kenaikan harga/tarif, antara lain: cabe merah, jeruk, kangkung, bayam, mentimun, wortel, bawang merah, kacang panjang, sawi hijau, bubur, daging sapi, kentang, ikan teri, cabe hijau, daging ayam ras, sabun detergen bubuk, shampo, dan ikan tenggiri.
Sebaliknya, tercatat 26 komoditi lainnya mengalami penurunan harga, antara lain: emas perhiasan, ikan selar, tomat buah, sotong, cumi-cumi, dencis, anggur, pisang, ikan kembung/gembung, tomat sayur, cabe rawit, pepaya, minyak goreng, ikan kakap merah, ikan bandeng, semangka, sambel jadi, bir, dan pasta gigi.
Laju inflasi tahun kalender (Januari - Mei) 2012 di Kota Batam sebesar 0,42 persen, lebih rendah dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 0,63 persen. Sedangkan laju inflasi 'year on year' (Mei 2012 dibanding dengan Mei 2011) di Kota Batam sebesar 3,54 persen, juga lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 5,99 persen.
Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun IHK Kota Batam pada Mei 2012, tercatat lima kelompok diantaranya mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,00 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen. Sebaliknya, kelompok sandang justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,80 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks dibanding bulan sebelumnya.
Sementara, deflasi di Tanjungpinang merupakan ke empat berturut-turut setelat pada Februari deflasi 0,31 persen, Maret sebesar 0,20 persen, dan April sebesar 0,29 persen.
Terjadinya perubahan harga-harga pada 57 komoditi menjadi pemicu deflasi di Kota Tanjungpinang Bulan Mei 2012, dimana sebanyak 27 komoditi/jasa diantaranya mengalami penurunan harga/tarif, antara lain: soto, rokok kretek filter, biskuit, asbes, minyak goreng, beras, ikan dalam kaleng, rokok putih, kerupuk udang, jeruk, sabun detergen bubuk, minuman ringan, besi beton, gula pasir, majalah dewasa, dan shampo.
Sebaliknya, tercatat 30 komoditi lainnya mengalami kenaikan harga, antara lain ikan selar, emas perhiasan, kacang panjang, ikan kembung/gembung, ikan tongkol, bayam, kangkung, ketam, bawang merah, tomat sayur, daging ayam ras, cabe rawit, sawi hujau, sabun mandi, rempela hati ayam, bensin, dan buah apel.
Laju inflasi tahun kalender (Januari - Mei) 2012 di Kota Tanjungpinang sebesar 0,15 persen, jauh lebih rendah dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,23 persen. Sedangkan laju inflasi 'year on year' (Mei 2012 dibanding dengan Mei 2011) di Kota Tanjungpinang sebesar 2,22 persen, juga jauh lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 6,06 persen.
Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun IHK Kota Tanjungpinang Mei 2012, tercatat lima kelompok di antaranya mengalami penurunan indeks yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 1,32 persen, kelompok sandang sebesar 0,90 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sebaliknya indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar justru mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,64 persen dan 0,11 persen.***
- Bukan Sekedar Cantik dan Gagah
- Izin Harbour Bay Diteken Hatta Rajasa
- Komisi X DPR RI Tinjau Pelaksanaan Jardiknas
- Mendagri Optimis e-KTP Sesuai Target



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

