Senin05202013

Last update12:00:00 AM

Back News Batam Kisruh Tender Alkes, Pelayanan RSUD Terganggu

Kisruh Tender Alkes, Pelayanan RSUD Terganggu

BATUAJI (HK)- Diduga karena terjadi kisruh dalam tender pengadaan alat kesehatan (alkes), pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam kini jadi terganggu. Fasilitas Instalasi Pusat Sterilisasi atau central sterile supply departement (CSSD) yang diharapkan pada Juni lalu, hingga kini belum juga tiba.

Hasil investigasi Haluan Kepri, fasilitas CSSD yang memiliki fungsi memberikan pelayanan sterilisasi, sesuai dengan standar kebutuhan alat kesehatan yang steril disuatu rumah sakit belum juga terlihat di RSUD. Padahal, alat ini sangat dibutuhkan.

Direktur RSUD Embung Fatimah Kota Batam, dr Fadilah Malarangan mengatakan dirinya tidak mengetahui secara persis tentang penyebab keterlambatan tibanya CSSD tersebut. Seharusnya, kata dia, alkes tersebut sudah harus tiba di RSUD paling lambat Juni 2012.

"Saya tidak tahu persis, mengapa CSSD sampai saat ini belum tiba di RSUD. Memang rencananya paling lambat alat itu sudah ada akhir Juni lalu. Barangkali dalam waktu yang tidak terlalu lama, alat tersebut segera sampai di RSUD," ujar Fadilah, Selasa (3/7).

Apakah penyebab keterlambatan CSSD ada kaitannya dengan kisruh dalam tender pengadaaan alkes yang saat ini sedang terjadi? Fadilah menjawab tidak tahu. Ia mengaku sama sekali tidak tahu mengapa alkes itu belum juga tiba di RSUD.

"Apa? Ada pelelangan alkes yang kisruh, ya? Saya tidak tahu itu. Saya tidak mau berkomentar untuk hal yang tidak saya ketahui, lebih baik kita berbicara terkait pelayanan RSUD saja," ujarnya.

Sumber Haluan Kepri yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, keberadaan CSSD di RSUD Kota Batam sangat mendesak. Diakuinya, saat ini RSUD masih menggunakan alat sterilisasi yang sederhana dan kemampuannya sangat terbatas. Untuk itu, lanjut sumber itu, dengan adanya CSSD maka akan membantu dan membuat pelayanan RSUD semakin maksimal.

Diakui sumber, dari informasi yang dia peroleh, keterlambatan pengadaan sarana CSSD tersebut disebabkan terjadinya kisruh dalam proses pelelangan alkes yang dilakukan oleh Unit Layanan Terpadu (ULP) Pemko Batam.

Menurut dia, proyek yang memiliki pagu Rp3,4 miliar tersebut, awalnya dimenangkan oleh salah satu perusahaan. Namun setelah dilakukan evaluasi teknis oleh pengguna barang, ternyata  CSSD yang diberikan ke RSUD tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah dicantumkan dalam Rencana Kerja Anggaran.

Masih menurut sumber tadi, perusahaan yang telah digagalkan dalam evaluasi teknis tersebut, sampai saat ini masih bersikeras dan ngotot meminta kepada panitia untuk memenangkan perusahaannya. Walaupun pada kenyataannya mereka tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan, maka hal ini berdampak terhadap keterlambatan sarana CSSD sampai ke RSUD Kota Batam.

"Perusahaan yang telah digagalkan dalam evaluasi teknis tersebut tetap ngotot minta dimenangkan. Saat ini masih terjadi tarik-menarik kepentingan antara pihak perusahaan dan panitia lelang. Padahal mereka nyata-nyata telah melanggar Perpres No 54 tahun 2010, tentang pengadaan barang dan jasa. Saat ini yang dikorbankan justru masyarakat yang berobat di RSUD," ujar sumber tadi.

Sementara itu, Andi Maja yang disebut-sebut sebagai salah satu Panitia Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemko Batam yang melakukan proses lelang pengadaan paket CSSD, tidak bisa dikonfirmasi. Berkali-kali nomor ponselnya dihubungi selalu tidak aktif. (san)

Share

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...