Selasa12232014

Last update12:00:00 AM

Back News Bintan Waduk Sei Pulai Masih Menjadi Harapan

Waduk Sei Pulai Masih Menjadi Harapan

BINTAN- Saat ini, wilayah Indonesia termasuk daerah Bintan, Provinsi Kepri memasuki musim kemarau. Perumahan yang menyediakan sumur juga mengalami kekeringan air, begitu juga di tempat lainnya yang umumnya minim sumber mata air. Hal itu berdampak terhadap beberapa waduk yang ada di Bintan.  

Salah satunya adalah waduk atau empat penampungan air yang terdapat di Sei Pulai perbatasan Tanjungpinang dan Bintan. Waduk itu mengalami penyusutan air sampai dengan 0,3 meter. Namun debit airnya masih bisa ditanggulangi oleh pihak PDAM setempat.       

Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik P mengatakan, meskipun waduk Sei Pulai nyusut pada musim kemarau ini, namun air dapat dialirkan ke pelanggan.

"Titik limpahan air di waduk Sei Pulai maksimal sampai 3,6 meter dan saat akibat mengalami penyusutan 0,3 persen, berarti tinggal 3,3 meter lagi. Dengan demikian air yang tersedia di waduk masih bisa kita manfaatkan dan alirkan ke masyarakat," kata Kholik Selasa, (14/2).

Dengan kiondisi tersebut, maka debit air yang meglair antara 250 sampai 350 meter kubik perdetik. Artinya distribusi air masih normal. Namun, kalau ada gangguan seperti pipa pecah, pompa rusak mati lampu dan sebagainya, maka distribusi air menjadi terhambat.

"Insya Allah pendistribusian air saat musim kemarau ini tidak ada masalah dan semua bisa kita atasi, karena air yang tersedia di waduk saat ini cukup banyak dan sanggup mengaliri pelanggan," ujar dia.

Jumlah pelanggan PDAM yang ada di Kota Tanjungpinang saat ini berjumlah lebih kurang 15 ribu orang dan Bintan tercatat 3.000 orang. Sementara, daftar tunggu pelanggan mencapai 4.000 orang yang terus mengalami pertambahan, seiring dengan perkembangan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Untuk mengatasinya, PDAM telah membangun instalasi pengelolaan air dan pipa utama yang berada di Sungai Gesek km 16 Bintan dan pemasangan pipa air yang sudah selesai. Instalasi bangunan air dibangun tahun ini melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri menggunakan APBN pusat.

"Untuk menjaga ketersediaan air di waduk Sei Pulai, pihaknya telah melakukan pendalaman air dengan mengeruk tanah didasar waduk, memasang tali air dan memperkuat bendungan," imbuh Kholik.

Untuk memperlancar distribusi air, PDAM telah membuat manajemen pengneracaan dengan menampung air saat musim hujan dan pada musim kemarau air yang ditampung tadi akan digunakan untuk membantu menambah pendisitribusian air ke pelanggan.

"Dengan adanya sisitim manajemen neraca air ini, maka waduk akan bisa bertahan lama antara dua sampai tiga bulan ke depan. Kita tetap memantau terus perkembangan waduk air di Sei Pulai, sehingga pendistribusian air menjadi lancar," kata Kholik.

Dia menyebutkan, jumlah luas waduk Sei Pulai yang mencakup Tanjungpinang dan Bintan mencapai lebih kurang 60 hektar dan sampai sekarang waduk tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. (eza)

Share

Fokus

Ini Kesempatan Kami Memperbaiki Kapal

Minggu, 21 December 2014
Ini Kesempatan Kami Memperbaiki Kapal

Batam (HK)-- Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kepri, m...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...