BINTAN- Sebanyak sembilan anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kembali mengunjungi Kabupaten Bintan, di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Bandar Seri Bentan km 42, Selasa (17/4).
Sebelumnya mereka melakukan kunjungan ke Pemkab Bintan belajar masalah pertambangan dan pemerintahan, tapi kini DPRD Kabupaten Kotawaringin itu kembali ke Bintan untuk belajar banyak mengenai pengembangan pariwisata.
Kunjungan rombongan DPRD Kabupaten Kotawaringin itu yakni dari Komisi II yang diketuai H Dirhamsyah. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bintan Yudha Inangsa, mewakili Bupati Bintan di ruang rapat Sekretariat Kantor Bupati Bintan.
Kunjungan tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya keinginan mereka untuk mengetahui cara-cara dan metode Pemkab Bintan dalam mengawali, menggali dan mengembangkan usaha pariwisata di Bintan, yang sebahagian besar PAD nya bersumber dari bidang pariwisata.
Dirhamsyah menjelaskan bahwa Kotawaringin memiliki luas wilayah sebesar 16.496 km persegi dan juga memiliki aset pariwisata pantai Ujung Pandaran yang sangat postensial dan menjanjikan, namun belum dikelola dan masih sangat alami.
"Pengelolaan pantai ini terkendala karena letaknya yang lumayan jauh yaitu 85 km dari kotawaringin, dan melewati jalan yang berliku-liku serta sulit ditempuh, karena jarak tempuh yang jauh yaitu lebih dari 3 jam perjalanan," kata dia.
Keinginan besar mereka kembali datang ke Bintan untuk mengetahui bagaimana cara untuk mengembangkan wilayah tersebut, agar maju seperti Lagoi di Bintan, sehingga juga dapat menjadi andalan bagi PAD.
Kepala Bappeda Bintan Yudha Inangsa menjelaskan sejarah awal perkembangan wisata Lagoi yang merupakan hasil kajian Bank Dunia, bahwa wilayah tersebut dinyatakan memiliki potensi dua kali lebih bagus dibandingkan wisata pantai di Bali.
Berkat bantuan Pemerintah Pusat saat itu, yang dipimpin Presiden Soeharto, pembangunan Lagoi dimulai dengan pembebasan lahan, pembangunan jalan dan sumber air, hasil kerjasama Salim Group yang ditunjuk Presiden Soeharto untuk menangani Lagoi bersama Menteri Perekonomian saat itu Tungki Arywibowo. Lagoi akhirnya berkembang dengan kerjasama pemerintah RI bersama investor dari Singapura.
"Sampai saat ini Lagoi tidak hanya dikembangkan oleh investor Singapura saja, namun juga merambah ke investor lainnya termasuk Amerika yang menanamkan modalnya di daerah tersebut," kata Yudha.
Bupati Bintan lanjutnya kini sangat gencar mempromosikan Lagoi dan wisata lainnya seperti Trikora, sampai ke negeri Cina.
“Lagoi murni sepenuhnya dikelola oleh investor, dan tidak ada campur tangan dari Pemkab Bintan. Kemudian, dari pembangunan Lagoi pemerintah Bintan hanya mendapat pemasukan dari IMB-nya, dan pajak dari operasi restorannya, reklame dan lainnya,” ujarnya.
Yudha menyebutkan, hampir 65 persen PAD Bintan dari total Rp141 miliar pada tahun 2011, berasal dari aset pariwisata Lagoi sebanyak 60 persen, 5 persen dari wisata Timur Trikora dan 35 persen dari tambang dan bahan galian C dan lain-lain. (eza)
Share
Newer news items:
- Disdikpora Bintan Terus Pantau UN
- Desa Terkotor Diberi Bendera Hitam
- Desa Terkotor Diberi Bendera Hitam
- Truk Bermuatan Minuman Beralkohol Ditahan
Older news items:
- Pemkab Bangun Pabrik Biometanol
- Tambang Bauksit Sei Nam Laut Disorot
- Dijanjikan PNS, Warga Ditipu Rp94 Juta
- GOW Gelar Pelatihan Merias Kue



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 