Salah seorang warga Tanjung Kapur Rosid mengatakan, sebelumnya permohonan listrik di desa tersebut sudah diajukan, namun sampai sekarang belum terealisasi.
Selama ini kata dia, warga hanya memanfaatkan listrik desa begitu terbatas, yakni dari sore sampai tengah malam. Namun kondisi tersebut tidak bisa digunakan secara maksimal untuk keperluan rumah tangga.
Selama ini kata Rosid, warga Tanjung Kapur setiap KK membayar tagihan listrik tersebut sebesar Rp120 ribu setiap bulan, namun kondisi itu tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sementara, pengajuan permohonan listrik kepada pihak PLN telah masuk sejak empat bulan lalu, sayangnya sampai sekarang belum terealisasi.
"Untuk itu, kami berharap agar keluhan ini bisa direspon oleh pemerintah daerah supaya dicari solusi terbaik agar pasokan listrik bisa dialiri di desa tersebut," imbuh Rosid, Rabu (13/6).
Sementara itu, Lurah Kawal Zulkhairi Leksan pun berharap agar listrik dari PLN cepat teralisasi di Desa Tanjung Kapur, sehingga warga sekitar bisa menikmatinya untuk kebutuhan rumah tangga.
Selain itu lanjut Zulkhairi, di Desa Karang Rejo sebelumnya terdapat 25 KK yang belum mendapatkan fasilitas listrik desa dari pemerintah.
"Kita sudah mengajukan surat permohonan ke Dinas Pertambangan dan Energi Bintan, dan rencananya bulan Agustus mendatang pembangunan jaringan listrik desa di daerah tersebut mudah-mudahan dapat terealisasi," imbuhnya. (eza)
Share
Newer news items:
- Kapal Roro Swarna Bengawan Kandas
- Harga Kubah Masjid Besar Tanjunguban Rp600 Juta
- PT BMW Kuasai Setengah Lahan Pulau Bintan
- Pemkab Beri Peluang 70 Persen untuk SMK
Older news items:
- Dua Warga Kijang Tewas Tersengat Listrik
- Pelayanan Kapal Barau Dikeluhkan
- Warga Respon Perpustakaan Keliling
- 168 Anak Penyu Dilepas ke laut



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

