Korban yang hampir satu Minggu ini meninggalkan rumahnya dan menghilang ditemukan oleh Boyatin (33), warga setempat sekitar pukul 16.00 WIB kondisinya sudah menjadi mayat.
Jasad Tuginen ditemukan di sekitar kolam air payau perkebunan warga dalam keadaan mengenaskan, hampir seluruh badannya membusuk.
Boyatin menuturkan, saat ia membakar lahan untuk menanami ubi, dirinya melihat ada yang mencurigakan di sekitar kolam payau yang tertimbun. Punya firasat yang kurang enak dengan timbunan tersebut, dirinya memberitahukan warga di sekitar lokasi Giran dan Sumar untuk sama-sama melihat kolam tersebut.
"Saat mendatangi kolam tersebut, kami kaget ternyata di situ ada sosok mayat terapung dan hampir seluruh badannya membusuk," ujar Boyatin.
Mayat saat ditemukan mengenakan baju kaos warna merah putih bergambar dua HMS dan menggunakan celana jeans pendek berwarna dongker.
Setelah mayat ditemukan, warga langsung melaporkan ke Polsek Gunung Kijang dan tak lama kemudian, sejumlah anggota Polsek langusung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).Mayat Tuginen langusung dibawa ke RSUD Tanjungpinang untuk divisum.
Kapolsek Gunung Kijang AKP Butar-Butar mengatakan pihaknya akan menyelidi kasus tersebut, apakah ada motif pembunuhan atau tidak.
"Yang pasti kami akan melacak dan mencari tahu penyebab kematian dari korban. Kita juga sudah memeriksa lima saksi untuk mengumpulkan keterangan yang sebenarnya dari kejadian itu," ungkap Butar-Butar.
Pihaknya juga tetap melakukan koordinasi bersama Polsek Tanjungpinang Timur, karena korban ditemukan merupakan warga Kota Tanjungpinang.
Rudi (40) anak dari Tuginen bersama tetangganya Yasmadi yang turun saat kejadian di lokasi mengatakan, bapaknya sudah satu Minggu hilang. Setelah diberitahu adanya penemuan mayat di km 19, ia bersama tetangganya turun langsung ke TKP untuk melihat dari dekat apakah itu benar jasad ayahnya atau tidak dan ternyata di cek benar, Tuginen adalah ayahnya.
Pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk melacak dan mengungkap kasusu tersebut sampai tuntas. (eza)
Share
Newer news items:
- Proyek Jalan Lintas Barat Jalan di Tempat
- Polisi Tunggu Hasil Laporan BPKP
- DMI Minta Polisi Ungkap Tewasnya Pengurus Masjid
- Pengusaha Mulai Mereboisasi Lahan
Older news items:
- Harga Kubah Masjid Besar Tanjunguban Rp600 Juta
- Kapal Roro Swarna Bengawan Kandas
- Lokasi MTQ Kepri Sudah Dialiri Listrik
- 197 Guru Se-Bintan Disertifikasi



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

