"Kita berharap agar polisi menindak tegas pelaku dan otak pelaku bentrokan dua kelompok pemuda yang mengakibatkan jatuh salah satu korban," kata Ketua Keluarga Besar Marga Manurung se-Provinsi Kepri, Lambok Manurung kemarin.
Menurut Lambok, berdasarkan temuan di lapangan dan diperkuat oleh keterangan korban, kemungkinan besar bentrokan itu sudah direncanakan sebelumnya. "Kami melihat adanya statemen dari beberapa media tentang aksi tersebut dan siapa di belakangnya, serta motif apa di balik peristiwa itu, maka kami dari marga Manurung melihat ada yang tidak beres akan hal ini," katanya.
"Kami juga meminta agar jangan membuat tameng organisasi untuk membela diri, yang salah mesti disalahkan dan yang benar harus dibenarkan. Ini harus jernih dan kami minta proses hukum di negara ini jangan diintervensi dengan cara yang tidak benar. Untuk itu, mari kita hargai proses hukum yang ada," kata Lambok.
Ia menyatakan pihaknya menunggu kinerja kepolisian yang saat ini tengah memburu pelaku yang terlibat dalam bentrokan itu. Sebelumnya setelah peristiwa pembacokan itu, salah seorang pelaku Hengki Heriawan sudah ditangkap dan saat ini diamankan di kantor polisi. "Bila tidak ada hasil dalam penangkapan ini, maka kami dari paguyuban Manurung akan membantu pihak kepolisian mencari keberadaan si pelaku pembacokan sampai ditemukan," ujar Lambok.
Sebagaimana diberitakan, bentrokan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Awal mula bentrokan terjadi ketika Heri datang ke Pamedan untuk membahas persoalan parkir di wilayah tersebut. Ketika sampai di Pamedan, Heri sudah ditunggu oleh Binari bersama sekitar 30 orang anggotanya. Setelah berbincang, pertengkaran pun terjadi yang berujung pada bentrokan. Bentrokan yang lebih besar bisa diredam karena polisi segera datang ke lokasi. (eza)Share
Newer news items:
- Pesantren Kilat Ditutup dengan Renungan Suci
- Empat Pilar Kemajuan Daerah
- KAMMI Ajak Pelajar Peduli Muslim Rohingya
- Ansar Mundur Awal 2014
Older news items:
- Daging Sapi Naik Rp100 Ribu Perkilo
- Nota Kesepahaman KUAPPAS-P Disepakati
- PT BIIE Turut Berbagi dengan Anak Yatim
- Tatang Diperiksa Ketiga Kali



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

