KARIMUN - Ratusan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (F-SPMI) Cabang Tanjungbalai Karimun melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Karimun, Jalan Poros, Selasa (1/5). Sebelumnya para pekerja konvoi keliling Pulau Karimun menggunakan sepeda motor.
Aksi konvoi itu dimulai dari GOR Badang Perkasa lalu bergerak ke arah Pamak, Teluk Uma, Tebing, Teluk Air, Kota Tanjungbalai, Puakang, Kolong, Meral dan berakhir di halaman Kantor Bupati. Aksi konvoi ratusan kendaraan bermotor milik para pekerja metal itu tentu saja menjadi perhatian masyarakat Karimun.
Di halaman Kantor Bupati, Koordinator aksi yang juga Ketua F-SPMI Karimun Muhammad Fajar meneriakan tuntutan para pekerja metal di Karimun. Tuntutan yang disampaikan diantaranya meminta jaminan kesehatan untuk seluruh buruh yang ada di Indonesia per 1 Januari 2014, laksanakan jaminan pensiun untuk buruh formal per 1 Januari 2015, hapuskan outsourching (penyerapan tenaga kerja) yang tidak sesuai dengan UU dan menolak upah murah.
Para pekerja meminta Bupati Karimun, Nurdin Basirun untuk hadir ditengah-tengah mereka dan mendengarkan tuntutan para pekerja, namunBupati tidak kunjung keluar. Menurut informasi, Bupati Karimun lagi ada kunjungan kerja ke luar daerah.
"Selama ini kehidupan para pekerja selalu termarjinalkan. Dinas Tenaga Kerja Karimun selama ini kami lihat sangat lemah dalam melakukan fungsi pengawasan mereka jika terjadi sengketa antara pekerja dan perusahaan. Kami meminta Pak Bupati agar menyikapi persoalan ini agar nasib para pekerja tidak terpinggirkan lagi," teriak Fajar.
Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq akhirnya turun dari kantor bupati menemui para pekerja. Wabup didampingi Kapolres Karimun, AKBP Benyamin Sapta T Sik, pejabat sementara Sekda Karimun, Anwar Hasyim dan Asisten Tata Pemerintahan berdiri di tangga utama Kantor Bupati. Kepada para pekerja, Wabup menyatakan menerima aspirasi para pekerja di Kabupaten Karimun.
"Dari aspirasi yang bapak-bapak sampaikan tadi, ada empat hal yang dapat kami tangkap, semua aspirasi itu akan kami terima dan kami pelajari. Permintaan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat akan segera kami surati melalui Pak Bupati terkait regulasi yang berpihak kepada buruh di Indonesia," kata Rafiq.
Mengenai masalah outsourching kata Rafiqakan segera ditindak lanjuti dengan menyampaikan kepada Bupati untuk melakukan rapat bagaimana tindak lanjut persoalan-persoalan outsourching yang terjadi di Kabupaten Karimun. Wabup juga berjanji akan melakukan evaluasi dengan Dinas Tenaga Kerja Karimun terkait apa saja yang menjadi faktor penghambat apa saja tuntutan para serikat pekerja yang ada di Kabupaten Karimun.
"Apa yang bapak-bapak sampaikan hari ini akan kami tindak lanjuti secepat mungkin. Kami merasa bangga bahwa para pekerja yang ada di Kabupaten Karimun selalu mengedepankan azas kebersamaan dan kekeluargaan sehingga Karimun tetap kondusif. Orasi dan aspirasi yang disampaikan hari ini sangat profesional. Terima kasih kepada bapak-bapak," ujar Rafiq lagi.
Usai mendapat penjelasan dari Wabup Karimun, para pekerja membubarkan diri dengan tenang. Meski aksi demonstrasi buruh berjalan aman, namun tetap mendapat pengamanan dari pihak Polres Karimun.(ham)
Share
- Bupati Dilarang Beri Rekomendasi Perpanjangan Kontrak Karya PT KG
- Pangakalan Marinir di Kepri Dilengkapi Roket
- Laut Karimun Tercemar
- Pelindo-Dishub Rapat Mendadak
- Pansus Lapor Proyek Terbengkalai
- Hasil Tangkapan Nelayan Menurun
- LMP Dukung Kajari Ungkap Kasus Korupsi
- Bhakti Sosial Penarah Care 2012



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

